- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hujan Lebat di Jepang Tewa...
Hujan Lebat di Jepang Tewaskan Empat Orang, Ribuan Terjebak di Bandara
Jumat, 14 Agu 2026, 08:53 WIBTOKYO - Sedikitnya empat orang tewas di Jepang bagian timur setelah hujan lebat yang "belum pernah terjadi sebelumnya" yang menyebabkan ribuan orang terjebak di Bandara Narita semalaman dan mengganggu jalan raya serta layanan kereta api, kata pihak berwenang, Jumat (14/8).
Hujan deras yang mengguyur hingga larut malam pada hari Kamis memicu peringatan tanah longsor dan pemadaman listrik, para peramal cuaca mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat tertinggi untuk wilayah Chiba untuk pertama kalinya.
Menurut Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba, di antara korban tewas terdapat seorang pria berusia 60-an atau 70-an yang ditemukan mengambang di jalan yang tergenang banjir dan seorang wanita berusia 66 tahun yang terjebak di dalam mobilnya yang terendam.
Korban jiwa ketiga adalah seorang pria yang tidak diketahui usianya, ditemukan pingsan di jalan, dan korban jiwa keempat adalah seseorang yang jenis kelamin dan usianya tidak dapat ditentukan.
Orang kelima dikhawatirkan tewas dan orang keenam masih belum ditemukan.
Hingga Jumat pagi, hampir 26.000 rumah tangga di seluruh prefektur Chiba mengalami pemadaman listrik, menurut kantor manajemen bencana.
Sebanyak 45 rumah terendam banjir di kota-kota seperti Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura. Sebanyak 39 rumah lainnya mengalami rembesan air di bawah lantai.
Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan dalam konferensi pers pada hari Kamis bahwa ini "berpotensi menjadi curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Sekitar 6.000 orang terjebak semalaman di Narita, salah satu dari dua bandara utama yang melayani Tokyo, dengan banyak kereta api menuju dan dari sana dibatalkan hingga Jumat siang, kata kantor penanggulangan bencana Chiba.
Para pengguna media sosial mengatakan staf bandara membagikan air minum, makanan, dan kantong tidur secara gratis.
"Saya tidak pernah menyangka akan bermalam di bandara, tapi begitulah kenyataannya dan kita sedang belajar," kata seorang penumpang yang terlantar kepada NHK.
"Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan ini," katanya.
Ratusan orang juga terlantar di stasiun Chiba karena layanan kereta api dihentikan, menurut keterangan seorang jurnalis AFP.
Ratusan orang menghabiskan malam di tempat penampungan di Chiba, lapor NHK, memperlihatkan mobil-mobil yang terendam air hingga setinggi lampu depan di kota Kashiwa.
"Ini terjadi tiba-tiba jadi benar-benar mengejutkan. Listrik padam jadi saya khawatir apakah saya bisa membuka bisnis saya dalam beberapa hari ke depan," kata seorang wanita di kota Ichikawa, Chiba kepada NHK pada hari Kamis.
Peringatan hujan lebat level 5 semuanya diturunkan ke level 4 pada Jumat pagi.
Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat cuaca ekstrem menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Aspirasi Peternak Rakyat Solo Raya
-
Potensi Hujan disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Sumut
-
Penglipuran Village Festival 2026 Masuk Karisma Event Nusantara, Perkuat Promosi Wisata dan Pelestarian Budaya
-
Cuaca Ekstrem, Badai Menerjang Tiongkok Tengah, 15 Orang Tewas Puluhan Ribu Dievakuasi
-
Cuaca Ekstrem, Kamboja Keluarkan Peringatan Perjalanan Laut, Dampak 3 Siklon Mengintai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.