Lens Tantang Dominasi PSG di Final Trophée des Champions

Jumat, 14 Agu 2026, 08:25 WIB

LENS — Paris Saint-Germain (PSG) berpeluang menambah koleksi trofi hanya beberapa hari setelah mengangkat UEFA Super Cup. Juara Ligue 1 dan Liga Champions itu akan menghadapi Lens dalam final Trophée des Champions di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (16/8).

Pertandingan ini mempertemukan dua tim terbaik Prancis musim lalu. PSG kembali menjadi juara Ligue 1 untuk kelima kalinya secara beruntun, sementara Lens menutup musim dengan prestasi bersejarah setelah merebut Coupe de France untuk pertama kalinya.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan PSG vs Lens. — Sumber: Istimewa

Bagi Lens, pertandingan ini menjadi kesempatan mengawali era baru dengan trofi. Dino Toppmöller kini mendapat tugas berat meneruskan fondasi yang telah dibangun tim pada musim sebelumnya.

Pelatih yang sebelumnya membawa Eintracht Frankfurt finis di posisi ketiga Bundesliga 2024-25 itu mewarisi skuad yang tampil sangat kuat di kandang.

Lens menjadi tim dengan rata-rata poin per pertandingan kandang terbaik di Ligue 1 musim lalu, yakni 2,47 poin per laga di Stade Bollaert-Delelis.

Dari 17 pertandingan kandang di kompetisi domestik, Lens memenangi 14 di antaranya. Salah satu dari tiga pertandingan yang gagal mereka menangi adalah kekalahan 0-2 dari PSG pada Mei lalu, hasil yang turut menggagalkan ambisi mereka dalam perburuan gelar liga.

Kekuatan Lens di kandang menjadi modal penting menjelang duel ini.

Mereka juga mencatatkan delapan clean sheet di Stade Bollaert-Delelis pada Ligue 1 musim lalu.

Namun, rekor pertemuan menjadi persoalan tersendiri. PSG telah memenangi delapan pertandingan kompetitif terakhir melawan Lens.

Kemenangan terakhir Lens atas Les Parisiens terjadi pada 2023 ketika mereka menang 3-1 di kandang.

Lens juga baru dua kali tampil di final Trophée des Champions. Penampilan pertama mereka terjadi pada 1998, juga menghadapi PSG. Kala itu, Lens kalah 0-1 dan gagal mencetak gol.

Karena itu, pertandingan Minggu menjadi kesempatan bagi Lens untuk sekaligus mengakhiri penantian panjang atas PSG dan merebut trofi ini untuk pertama kalinya.

PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 pada UEFA Super Cup, Rabu. Kemenangan tersebut memberikan PSG trofi kedua UEFA Super Cup sepanjang sejarah klub.

Kini, tim asuhan Luis Enrique hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih trofi kedua dalam waktu kurang dari sepekan. PSG juga mengincar gelar Trophée des Champions kelima secara beruntun.

Musim lalu, PSG merebut trofi tersebut setelah mengalahkan Marseille melalui adu penalti. Jika kembali menang, PSG akan mengangkat trofi ini untuk ke-15 kalinya, sekaligus mempertegas dominasi mereka di sepak bola Prancis.

Final tahun ini juga memiliki nuansa berbeda karena kembali digelar di Prancis. Terakhir kali pertandingan puncak Trophée des Champions dimainkan di tanah Prancis adalah pada 2023.

PSG terakhir kali kalah dalam pertandingan kompetitif di luar Parc des Princes musim lalu ketika takluk 1-2 dari Paris FC di Ligue 1.

Namun, dalam final Trophée des Champions, mereka belum lagi mengalami kekalahan sejak Lille menang 1-0 pada 2021.

PSG mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya sejumlah pemain penting. Achraf Hakimi sudah mendapatkan menit bermain pertamanya sejak final Liga Champions pada Rabu lalu.

Maghnes Akliouche juga menjalani penampilan pertamanya setelah bergabung dari Monaco. Sementara Lucas Digne berpeluang melakukan debut setelah didatangkan dari Aston Villa awal bulan ini.

Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué menjadi pencetak gol PSG ketika mengalahkan Aston Villa di UEFA Super Cup. Keduanya kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan Lens.

Lens menghadapi sejumlah masalah kebugaran. Jhoanner Chavez diragukan tampil karena masalah paha. Nidal Celik mengalami cedera meniskus, sementara Samson Baidoo masih diragukan akibat masalah pada kaki.

Jonathan Gradit juga masih menjalani pemulihan dari cedera patah tulang kaki bagian bawah. Thorgan Hazard berharap mendapat tempat di starting XI setelah bergabung dengan tim pada pertengahan Juli.

Saud Abdulhamid juga berpeluang kembali tampil sejak awal setelah sebelumnya menjadi starter melawan Sunderland. Ia baru saja dipermanenkan Lens setelah menjalani masa peminjaman musim lalu.

Final di Stade Bollaert-Delelis menawarkan dua cerita berbeda. Lens datang dengan ambisi menutup musim bersejarah dengan trofi tambahan sekaligus memulai era Toppmöller secara sempurna.

Sebaliknya, PSG ingin meneruskan dominasi mereka atas sepak bola Prancis dan mengubah kemenangan atas Aston Villa menjadi awal rangkaian trofi baru.

Dengan delapan kemenangan beruntun atas Lens, pengalaman memenangkan final, serta momentum dari UEFA Super Cup, PSG berada dalam posisi lebih diunggulkan.

Namun, bermain di Bollaert-Delelis bisa menjadi faktor pembeda. Bagi Lens, ini bukan sekadar pertandingan perebutan trofi. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu menantang dominasi PSG.

Perkiraan Susunan Pemain

Lens:

Risser; Antonio, Ganiou, Nawrocki; Abdulhamid, Bulatovic, Haidara, Hazard; Thuavin, Ivanovic; Edouard.

PSG:

Safonov; Hakimi, Beraldo, Zabarnyi, Digne; Neves, Vitinha, Zaire-Emery; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.