APPNIA Dukung ASI Eksklusif pada 6 Bulan Pertama Kehidupan Bayi
Selasa, 22 Jul 2025, 18:30 WIBJAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama sejumlah dunia usaha termasuk Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) menggelar kegiatan âHari Anak Nasional 2025 - Anak Indonesia Bersaudaraâ di Bundaran HI, Jakarta pada Minggu pagi (20/07).
Mengambil tema besar âAnak?Hebat, Indonesia?Kuat Menuju Indonesia?Emas?2045,â kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya memenuhi hak anak, termasuk memperhatikan masa pertumbuhan mereka untuk menciptakan generasi masa depan Indonesia yang Maju.
Acara tersebut turut dihadiri dan dibuka oleh Selvi Ananda istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Arifah Fauzi selaku Menteri PPPA dan Veronica Tan selaku Wakil Menteri PPPA. Bersama lebih dari 1000 anak Menteri PPPA menggelar jalan pagi dan permainan tradisional bersama, yang dilanjutkan dengan nonton bersama film Jumbo yang diikuti oleh lebih dari 400 anak anak-anak dari panti asuhan, peserta didik penyandang disabilitas, dan anak-anak dari rumah susun di wilayah DKI Jakarta.
Sebagai wakil industri, Ketua Umum APPNIA Nani?Hidayani, mengatakan bahwa untuk mendukung pencapaian Generasi Emas 2045, seluruh perusahaan anggota APPNIA terus memastikan tersedianya akses pada produk nutrisi dan juga edukasi tentang pemenuhan gizi, terutama pada 1.000?Hari Pertama Kelahiran (HPK).
âKebijakan pemerintah padai 5 tahun ke depan terus memastikan akan perbaikan nutrisi. Penting bagi kita bersama pemerintah mendukung perwujudan Indonesia Emas lewat pemenuhan akses pada kecukupan nutrisi. Kami memiliki misi membantu meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya Ibu dan Anak di 1000 HPK,â katanya melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (22/7).
âKarena itu, seluruh perusahaan yang tergabung dalam APPNIA didorong untuk berkontribusi dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Kami menghimbau seluruh orang tua penting mendapatkan edukasi terhadap pilihan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan anak,â ucapnya.
Lebih lanjut, Nani menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak idealnya dimulai sejak ibunya masih remaja, bahkan sebelum masa kehamilan. Ia menekankan bahwa masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya tahapan pemberian nutrisi ini.
âYang paling dekat dimulai dari rumah. Orang tua harus memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi anak, karena masa 1.000 HPK merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak. Gizi ibu hamil harus dipenuhi sejak awal, bahkan sejak masa remaja lewat pemenuhan asupan zat gizi. Saat anak sudah lahir, anak juga harus mendapatkan gizi yang baik,â paparnya.
Nani menuturkan, APPNIA sangat mendukung pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi, karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Barulah setelah usia 6 bulan, anak dapat dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan dilanjutkan dengan makanan lokal yang bergizi seperti sayur, buah, nasi, daging, ikan, telur, susu, dan sumber protein lainnya, sesuai standar gizi yang berlaku.
APPNIA senantiasa mengikuti praktik pemasaran sesuai panduan WHO dan peraturan dari Kementerian Kesehatan serta BPOM. Selama ini, APPNIA memiliki sistem pengawasan internal yang ketat, khususnya untuk pemasaran produk susu formula bayi usia 0â12 bulan. Dukungan penuh diberikan pada pemberian ASI eksklusif tanpa tambahan makanan/minuman hingga usia 6 bulan.
Ia menambahkan, selama ini APPNIA telah menjalin kemitraan erat dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, dan media dalam mendukung upaya peningkatan status gizi nasional. âKolaborasi ini bukan hanya simbolis, tetapi nyata dalam berbagai program. Kami berharap ke depan bisa terus berjalan bersama pemerintah dalam memperluas akses nutrisi dan edukasi, demi mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045,â ungkap Nani.
Hari Anak Nasional, Momentum Penguatan Peran Keluarga dan Kolaborasi Semua Pihak Selain pemenuhan gizi, Kementerian PPPA menyoroti tantangan utama dalam pola asuh keluarga, termasuk rendahnya pemahaman perkembangan anak hingga pengaruh lingkungan negatif. Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu cara untuk mengatasi kompleksitas tantangan tersebut dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
âMewujudkan anak hebat menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan arahan Presiden, kementerian tidak bisa jalan dan sukses sendiri, melainkan harus terus berkolaborasi. Saya melihat semua mitra datang dengan hati untuk menyelesaikan permasalahan ini â
Perayaan HAN 2025 akan mencapai puncaknya di Kabupaten?Indragiri?Hulu, Riau, pada 23?Juli mendatang. Tahun ini, perayaan dilakukan secara desentralistik, yakni ribuan kegiatan digelar serentak di sekolah?sekolah dan komunitas di seluruh Indonesia agar mereka merasa hari itu adalah hari bermain bersama.
Kegiatan tersebut dilakukan berfokus pada empat aktivitas utama yaitu bermain permainan tradisional, menyanyikan lagu-lagu daerah, dan menyanyikan lagu-lagu nasional. Selain itu juga mendengarkan dongeng tentang pahlawan di daerah masing-masing.
- Hari Anak
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
- ASI Eksklusif
- Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tiga Pejabat Bakal Bersaing di Seleksi Sekda Kabupaten Bekasi setelah Penuhi Syarat Administrasi
-
Indonesia Jadi Incaran! Kunjungan Wisatawan Asing Naik Tajam Awal Tahun
-
Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan Haul Datu Kalampayan, Randurlap Disiagakan
-
Manfaat Akupresur untuk Ibu Menyusui: Ilmu Timur yang Didukung Kebutuhan Modern
-
Raphinha Perpanjang Kontrak di Barcelona Hingga 2028
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.