Microsoft Setop Menggunakan Teknisi yang Berbasis di Tiongkok

Senin, 21 Jul 2025, 01:10 WIB

JAKARTA - Microsoft baru-baru ini menyatakan telah berhenti menggunakan teknisi yang berbasis di Tiongkok. Penghentian itu untuk mendukung sistem komputasi awan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), yang mengkhawatirkan teknisi asing yang diawasi AS. 

Kepala Komunikasi Microsoft, Frank Shaw, akhir pekan lalu mengatakan telah membuat perubahan dukungan bagi pelanggan Pemerintah AS dengan memastikan bahwa tidak ada tim teknisi yang berbasis di Tiongkok yang memberi bantuan teknis untuk layanan cloud Pemerintah Departemen Pertahanan (DoD) dan layanan terkait.

Ket. Foto: Kantor Microsoft di Chevy Chase, Maryland, AS. — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Dari penelusuran ProPublica, pengumuman Microsoft itu muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan lembaganya akan menyelidiki penggunaan teknisi asing oleh Microsoft untuk membantu memelihara sistem cloud yang sangat sensitif.

“Insinyur asing, dari negara mana pun, termasuk tentu saja Tiongkok, tidak pernah diizinkan untuk memelihara atau mengakses sistem DoD,” tulis Hegseth dalam sebuah unggahan di X pada hari Jumat.

Dalam investigasinya, ProPublica merinci bagaimana Microsoft menggunakan teknisi di Tiongkok untuk membantu memelihara sistem komputer Departemen Pertahanan dengan pengawasan personel AS yang minim, sehingga membuat beberapa data paling sensitif negara itu rentan terhadap peretasan atau mata-mata dari musuh siber utamanya.

Kesepakatan itu, sangat penting bagi Microsoft untuk memenangkan bisnis komputasi awan pemerintah federal satu dekade lalu, dengan bergantung pada warga negara AS yang memiliki izin keamanan untuk mengawasi pekerjaan dan berfungsi sebagai penghalang terhadap spionase dan sabotase.

Menurut temuan ProPublica, para pekerja yang dikenal sebagai “pengawal digital”, seringkali tidak memiliki keahlian teknis untuk mengawasi pekerjaan para insinyur asing dengan keterampilan yang jauh lebih maju.

Sebelumnya pada hari Jumat, Senator Republik Tom Cotton dari Arkansas, ketua Komite Intelijen, mengutip ProPublica dalam suratnya kepada Hegseth yang menanyakan rincian tentang kontraktor DOD mana yang menggunakan personel Tiongkok untuk memelihara sistem informasi dan komputasi departemen.

“Tiongkok menjadi salah satu ancaman paling agresif dan berbahaya bagi AS sebagaimana dibuktikan oleh infiltrasinya terhadap infrastruktur penting, jaringan telekomunikasi, dan rantai pasokan kami,”" tulis Cotton yang diunggahnya di X. “DOD harus waspada terhadap semua potensi ancaman dalam rantai pasokannya, termasuk yang berasal dari subkontraktor,” tambahnya.

Sejak 2011, perusahaan komputasi awan seperti Microsoft yang ingin menjual layanannya kepada pemerintah AS harus menetapkan cara untuk memastikan bahwa personel yang menangani data federal memiliki otorisasi akses dan pemeriksaan latar belakang yang diperlukan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.