Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Solok Siapkan Status Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Meluas

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Solok Siapkan Status Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Meluas Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra (kanan) bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi di rumah dinas Wabup Solok,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menyiapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda daerah tersebut menyusul lonjakan kasus karhutla dalam dua bulan terakhir.

Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra di Solok, Minggu mengatakan penetapan status darurat karhutla tersebut terkait adanya peningkatan kasus beberapa waktu terakhir.  

Hal itu disampaikan langsung Wabup Solok dalam rapat koordinasi tanggap darurat karhutla yang digelar di rumah dinasnya.

Candra juga menyampaikan keprihatinannya terhadap lebih dari 100 titik kebakaran yang terjadi sejak Mei hingga Juni 2025.

Beberapa di antaranya seperti kebakaran di Bukit Junjung Sirih dan Hiliran Gumanti, bahkan nyaris mengancam pemukiman warga dan fasilitas umum.

“Alhamdulillah sebagian besar berhasil kita atasi cepat. Tapi keterbatasan personel dan armada masih menjadi tantangan besar di lapangan,” ujar Wabup.

Wabup juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan bupati untuk segera menetapkan status darurat karhutla, guna mempercepat mobilisasi sumber daya.

Ia mengimbau seluruh camat dan wali nagari untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami minta seluruh elemen masyarakat untuk turut andil. Ini bukan kerja satu atau dua institusi saja. Bahaya karhutla ini nyata dan kita harus mencegah sebelum terlambat,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ferdinal Asmin mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga September 2025, memperbesar potensi kebakaran.

“Setiap hari kami menerima laporan titik api di Kabupaten Solok. Operasional kami pun terbatas akibat efisiensi anggaran. Maka, penetapan status tanggap darurat menjadi penting, agar koordinasi dan bantuan lintas sektor bisa optimal,” kata Ferdinal.

Ia juga menambahkan mayoritas penyebab kebakaran masih berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, tentu melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala UPTD KPHL Bukit Barisan Hendrio Fadly menyebutkan bahwa secara teknis dan regulatif, Kabupaten Solok telah memenuhi empat indikator penting untuk penetapan status tanggap darurat karhutla.

Empat indikator tersebut antara lain meningkatnya intensitas kebakaran, titik api konsisten muncul di sejumlah wilayah, hari tanpa hujan tinggi, dan prediksi kemarau ekstrem dari BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.