Misteri Jatuhnya Pesawat Air India Terungkap: Kapten Diduga Matikan Sakelar Bahan Bakar

Sabtu, 19 Jul 2025, 09:10 WIB

ISTANBUL - Rekaman kotak hitam mengungkap fakta mencengangkan di balik jatuhnya pesawat Air India bulan lalu yang menewaskan 261 orang. Sang kapten dilaporkan mematikan sakelar bahan bakar hanya beberapa saat setelah lepas landas dari Gujarat, India — tindakan yang langsung dipertanyakan oleh kopilotnya.

Dalam laporan Wall Street Journal yang mengutip penilaian awal dari pejabat AS, kopilot Clive Kunder terlihat panik saat kapten veteran, Sumeet Sabharwal, memindahkan sakelar ke posisi "cutoff" sesaat setelah tinggal landas. Sementara itu, sang kapten justru tampak tenang selama kejadian berlangsung.

Ket. Foto: Puing-puing pesawat Air India 171 terlihat setelah jatuh di kawasan permukiman dekat bandara Ahmedabad pada 13 Juni 2025. — Sumber: AFP

Insiden tragis yang terjadi pada 12 Juni itu melibatkan 242 orang di dalam pesawat. Hanya satu penumpang yang selamat setelah nekat melompat dari pesawat saat insiden terjadi. Para korban berasal dari berbagai negara, termasuk 169 warga India, 53 dari Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada. Selain itu, 19 orang lainnya tewas setelah pesawat mendarat darurat.

Pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner itu sempat kehilangan tenaga setelah sakelar dimatikan, dan baru dinyalakan kembali sekitar 10 detik kemudian — namun sudah terlambat. Tak lama setelahnya, pesawat menghantam daratan dekat Bandara Ahmedabad.

Para pilot AS yang meninjau laporan menduga, Kunder yang sedang menerbangkan pesawat kemungkinan terlalu fokus pada kontrol utama, sementara kapten Sabharwal mengambil alih kendali sistem bahan bakar.

Meski laporan awal ini menyita perhatian, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) mengingatkan publik untuk tidak menarik kesimpulan terburu-buru dari informasi yang belum lengkap. “Narasi prematur bisa merusak integritas penyelidikan,” tegas AAIB dalam pernyataannya pada Kamis (17/7).

AAIB menekankan bahwa laporan akhir nantinya akan mengungkap penyebab utama disertai rekomendasi perbaikan. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai alasan teknis atau keputusan mematikan bahan bakar tersebut.

Sementara itu, sejumlah pejabat AS menyebut insiden ini berpotensi masuk ranah pidana, bukan sekadar kecelakaan operasional biasa.

CEO Air India, Campbell Wilson, meminta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Ia juga menolak berkomentar soal dua pilot yang terlibat.

Air India sendiri menegaskan bahwa mereka telah bekerja sama penuh dengan penyelidikan dan menyatakan tidak ada masalah pada bahan bakar maupun proses lepas landas.

Namun, nada laporan awal yang dinilai menyudutkan pilot menuai protes dari Asosiasi Pilot Maskapai India. Mereka menyebut laporan tersebut sarat praduga dan menyerukan agar penyelidikan dilakukan secara adil dan berbasis fakta.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.