Google Cloud Luncurkan Sistem Baru untuk Perkuat Ketahanan Siber Nasional

Jumat, 18 Jul 2025, 15:30 WIB

JAKARTA — Google Cloud resmi memperkenalkan program "Indonesia BerdAIa for Security", sebuah inisiatif yang difokuskan pada penguatan sistem keamanan siber di berbagai sektor strategis di Indonesia. Melalui program ini, Google Cloud menawarkan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI), pelatihan khusus, serta keahlian teknis guna memperkuat ketahanan digital nasional.

Salah satu langkah utama dalam program ini adalah peluncuran wilayah data operasi keamanan baru milik Google Cloud di Indonesia. Wilayah tersebut berlokasi di pusat data Google Cloud di Jakarta dan akan melayani berbagai organisasi, termasuk lembaga pemerintah dan industri yang tunduk pada regulasi ketat, untuk menggunakan platform Operasi Keamanan Google Cloud yang didukung teknologi AI sekaligus memenuhi persyaratan residensi data dalam negeri.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Google Cloud memastikan bahwa program ini dirancang untuk memungkinkan organisasi di Indonesia mengelola ancaman siber secara proaktif, bukan hanya bereaksi terhadap insiden yang telah terjadi. Melalui pemanfaatan platform operasional keamanan yang canggih, organisasi dapat melakukan deteksi dini dan tanggapan cepat terhadap serangan siber yang semakin kompleks.

Selain itu, Google Cloud bekerja sama dengan mitra Managed Security Service Provider (MSSP) untuk menyediakan akses pelatihan keamanan siber secara bersubsidi. Pelatihan ini meliputi program Google Cloud Skills Boost serta pelatihan dari Mandiant Academy yang berfokus pada simulasi serangan nyata dan peningkatan literasi keamanan digital secara menyeluruh di lingkungan organisasi.

Perusahaan besar di berbagai sektor telah bergabung dalam program ini sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan digital. Beberapa di antaranya adalah Astra International, Bukalapak, Dipo Star Finance, dan PT Kereta Api Indonesia yang kini tercatat sebagai peserta aktif dalam inisiatif ini. Partisipasi mereka menjadi indikasi bahwa sektor swasta memandang serius pentingnya transformasi keamanan siber berbasis teknologi mutakhir.

Sebuah riset independen menunjukkan bahwa organisasi di Indonesia berpotensi mengurangi kerugian akibat serangan siber hingga US$1,8 miliar selama lima tahun ke depan jika mereka beralih dari pendekatan keamanan yang reaktif ke pendekatan proaktif. Angka ini mempertegas urgensi adopsi teknologi keamanan berbasis AI demi melindungi infrastruktur digital yang semakin vital.

Google Cloud menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung transformasi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan. "Dengan hadirnya wilayah operasi keamanan lokal dan pelatihan berskala nasional, kami berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan siber global," kata perwakilan Google Cloud.

Melalui kolaborasi antara sektor swasta, penyedia teknologi, dan pemerintah, program "Indonesia BerdAIa for Security" diharapkan mampu membangun ekosistem keamanan siber yang solid. Kerja sama ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi semua pihak, termasuk pengguna individu, pelaku bisnis, hingga lembaga pemerintahan.

Dengan makin masifnya serangan siber dan meningkatnya kompleksitas ancaman digital, kehadiran program ini dianggap sebagai langkah strategis dalam melindungi aset data nasional. Google Cloud berharap bahwa program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan digital, tetapi juga membentuk generasi baru profesional keamanan siber di Indonesia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.