Presiden Suriah Bantah Rumor Intervensi Militer ke Lebanon, Fokus Krisis Kemanusiaan

Minggu, 14 Jun 2026, 18:05 WIB

JAKARTA - Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa, membantah laporan yang menyebut pemerintahannya berencana melakukan intervensi militer ke Lebanon. Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kebijakan Damaskus saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Sharaa saat menerima delegasi dari wilayah pedesaan Damaskus pada Sabtu (14/6). Ia menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di media mengenai kemungkinan pergerakan pasukan Suriah melintasi perbatasan menuju Lebanon.

Ket. Foto: Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa, membantah laporan yang menyebut pemerintahannya berencana melakukan intervensi militer ke Lebanon. Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kebijakan Damaskus saat ini. — Sumber: Yeni Safak

Menurut Sharaa, rumor mengenai rencana intervensi militer tidak memiliki dasar yang jelas. Pemerintah Suriah, kata dia, saat ini tidak memiliki agenda untuk melakukan operasi militer di negara tetangganya tersebut.

"Apa yang beredar tentang Suriah memasuki Lebanon sama sekali tidak benar," tegas Sharaa sebagaimana dikutip kantor berita resmi Suriah.

Selain membantah isu intervensi militer, Sharaa juga menyinggung persoalan penetapan batas wilayah antara Suriah dan Lebanon yang selama ini masih menjadi pembahasan kedua negara. Ia menyatakan penyelesaian masalah perbatasan belum menjadi prioritas utama pemerintahannya dalam waktu dekat.

Menurutnya, kondisi kemanusiaan yang sedang dihadapi Lebanon membuat fokus perhatian harus diarahkan pada penanganan dampak konflik yang masih berlangsung. Karena itu, pembahasan mengenai delimitasi perbatasan untuk sementara dikesampingkan.

“Ini bukan prioritas saat ini, terutama mengingat krisis di Lebanon dan pengungsian internal sekitar 1,5 juta orang,” ujar Sharaa.

Lebanon diketahui masih menghadapi dampak operasi militer Israel yang berlangsung sejak awal Maret. Konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta memperburuk kondisi kemanusiaan di berbagai wilayah negara itu.

Data yang disampaikan otoritas setempat menunjukkan lebih dari 3.700 orang tewas dan sedikitnya 11.600 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut juga memaksa sekitar 1,5 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Perbatasan antara Suriah dan Lebanon memiliki panjang sekitar 375 kilometer dan menghubungkan kedua negara melalui enam jalur penyeberangan darat utama. Hingga kini, sebagian besar wilayah perbatasan tersebut masih belum memiliki penanda yang jelas sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1946.

Kondisi geografis yang terdiri dari pegunungan, lembah, dan dataran membuat sejumlah titik perbatasan masih menjadi area yang sulit ditentukan secara pasti. Meski demikian, pemerintah Suriah menegaskan bahwa fokus saat ini tetap tertuju pada stabilitas kawasan dan penanganan dampak krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi

Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Perkuat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

BPBD Karawang Didistribusikan 828.000 Liter Air Bersih ke 15 Desa

Indonesia Kini Punya IBMA, Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.