UIN Kudus dan Ngramen Farm Kembangkan Agro Pendidikan Budi Daya Udang Galah

Selasa, 09 Jun 2026, 07:09 WIB

KUDUS – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Jawa Tengah, menjalin kerja sama dengan Ngramen Farm di bidang agro pendidikan budi daya udang galah, sebagai kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Kepala Program Studi Tadris Biologi UIN Sunan Kudus Sanusi ditemui di sela-sela kunjungan di lokasi budi daya udang galah di Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (08/6).

Ket. Foto: Founder Ngramen Farm Rio Krisdian bersama Kepala Program Studi Tadris Biologi UIN Sunan Kudus Sanusi mengunjungi bioflok budi daya udang galah di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/6/2026). — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya kampus untuk memperluas kemitraan dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan budi daya perikanan.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas penelitian saja, tetapi juga berkembang pada program-program pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai kegiatan akademik lainnya yang berkelanjutan," ujar Sanusi.

Menurut dia sejak pertemuan awal antara UIN Kudus dan pengelola banyak pembahasan potensi pengembangan budi daya udang galah, termasuk peningkatan kualitas pakan dan kandungan nutrisi udang.

Ia menegaskan dosen dan program studi terkait siap terlibat dalam kajian ilmiah untuk mendukung pengembangan usaha budi daya tersebut.

Sementara itu, Founder Ngramen Farm, Rio Krisdian, menjelaskan usaha budi daya udang galah yang dikelola mulai dikembangkan di Kudus sejak 23 Desember 2024 dengan mendatangkan sekitar 160 hingga 250 indukan dari Bandung.

Meski berada di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, budi daya tersebut berhasil membuktikan bahwa udang galah dapat tumbuh optimal di wilayah Kudus.

"Kami ingin menunjukkan bahwa udang galah bisa berkembang dengan baik di Kudus. Ini merupakan bagian dari cita-cita besar kami untuk mengembangkan pembibitan dan produksi udang galah dalam skala besar," ujarnya.

Rio menargetkan pada 2027 mampu memproduksi jutaan bibit udang galah untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Setidaknya nanti bisa menjadi komoditas unggulan baru dari Kudus.

Saat ini, kata dia, Ngramen Farm mengembangkan budi daya udang galah capit biru yang merupakan spesies khas Asia Tenggara. Selain mengelola kawasan tambak seluas 3,8 hektare di Desa Dukuhwaringin, pihaknya juga fokus pada pengembangan pembibitan.

"Tahun ini fokus kami pembibitan. Kami juga membina empat kelompok tani agar mampu mengembangkan budi daya secara mandiri dan mendukung ketahanan pangan masyarakat," jelasnya.

Dalam proses budidaya, udang dipelihara menggunakan sistem bioflok yang dilengkapi aerator dan shelter dan eceng gondok untuk membantu proses pergantian kulit (molting). Suhu ideal kolam dijaga pada kisaran 29 derajat Celsius agar pertumbuhan udang berlangsung optimal.

Ngramen Farm saat ini memiliki 18 kolam bioflok berdiameter 4 meter dengan kapasitas sekitar 2.000 ekor per kolam. Panen dilakukan secara bertahap hingga tiga kali dalam satu siklus pemeliharaan.

Sedangkan masa pemeliharaan dari benih hingga ukuran konsumsi umumnya membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Namun melalui kolaborasi dengan mahasiswa dan akademisi UIN Kudus, diharapkan masa budi daya dapat dipercepat menjadi empat hingga lima bulan.

Ia menjelaskan harga jual udang galah sangat bergantung pada ukuran. Untuk ukuran sekitar 60 ekor per kilogram, harga berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Adapun untuk ukuran premium, harga dapat mencapai Rp267.000 per kilogram.

  • UIN Kudus

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.