98.517 Pelajar SD hingga SMA di Yogyakarta Ditargetkan Jalani Cek Kesehatan Gratis
Jumat, 18 Jul 2025, 07:50 WIBYOGYAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menargetkan 98.517 pelajar jenjang SD hingga SMA mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang digelar di sekolah masing-masing oleh puskesmas setempat.
"Kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah agar tidak mengganggu jadwal belajar. Juga kepada orang tua, kami tekankan bahwa ini bukan pemeriksaan yang menakutkan," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Waryono saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis (17/7).
Program CKG tersebut, kata dia, menyasar seluruh siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Yogyakarta, baik negeri maupun swasta secara bertahap sejak 14 Juli disesuaikan dengan jadwal masing-masing sekolah.
Jumlah sasaran terdiri atas 38.438 siswa SD, 23.359 siswa SMP, dan 36.720 siswa SMA.
Menurut Waryono, pelaksanaan cek kesehatan tidak dilakukan serempak, melainkan bertahap mengikuti kesiapan puskesmas dan sekolah di wilayahnya.
Pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah oleh tim dari puskesmas yang membawahi wilayah masing-masing.
"Puskesmas nanti punya target melakukan 'screening' semua siswa. Kalau ada siswa yang tidak masuk saat jadwal (CKG), petugas wajib jemput bola," ujar dia.
Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik, kesehatan gigi, hingga laboratorium dasar seperti kadar hemoglobin (HB) dan bagi siswi putri, program ini juga menjadi bagian dari pencegahan anemia dan risiko melahirkan bayi stunting setelah mereka menikah kelak.
"Kalau HB-nya rendah akan diberikan tablet tambah darah. Ini bagian dari deteksi dini untuk menjaga kesehatan remaja putri," ucap Waryono.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan tidak diumumkan secara terbuka melainkan diberikan kepada orang tua dalam bentuk raport kesehatan. Langkah ini dilakukan agar sekolah dan keluarga dapat menindaklanjuti temuan masalah kesehatan secara tepat.
"Misalkan ditemukan TBC. Nah, itu kan nanti bisa dilakukan 'treatment' dan tindakan tepat bersama dengan keluarga. Jadi, pesan saya, jangan takut kalau diperiksa, karena justru kita bisa preventif untuk ke depannya," ujar dia.
Menurut Waryono, Program CKG merupakan bagian dari kebijakan nasional yang turut didukung penuh oleh Wali Kota Yogyakarta.
Meski nantinya ditemukan beberapa siswa berasal dari luar kota seperti Sleman atau Bantul, menurut dia, selama mereka menempuh pendidikan di sekolah wilayah Kota Yogyakarta tetap masuk cakupan program CKG.
Semua data pemeriksaan akan tercatat dalam aplikasi sehat Indonesiaku (Asik) dan dilaporkan pula ke masing-masing sekolah.
- Cek Kesehatan Gratis
- Pelajar di Yogyakarta
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
36 Juta Orang Sudah Manfaatkan CKG, Sakit Gigi dan Tensi Tinggi Mendominasi
-
Berantas Judol, Gerakan Judi Pasti Rugi GoPay Jangkau 60 Juta Orang
-
Polda Jabar: 3.000 Personel Amankan Laga Persib Melawan Persija
-
Red Notice Riza Chalid, Prabowo Siapkan Komisi Reformasi Polri, Kapan Buronan Kontroversial Ini Tertangkap?
-
Gunungkidul Siap Gelar Pembukaan PORDA DIY XVII 2025 dengan Pertunjukan Seni dan Musik
-
Tak Perlu Bayar, Warga Bisa Cek Kesehatan Gratis di Ekspo Banjarbaru
-
Magang Nasional Batch II Dibuka! Menaker Yassierli Tegaskan: Jangan Sampai Jadi Ajang Eksploitasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.