Magang Nasional Batch II Dibuka! Menaker Yassierli Tegaskan: Jangan Sampai Jadi Ajang Eksploitasi
Senin, 03 Nov 2025, 15:30 WIBJAKARTA â Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa program magang nasional tidak boleh dijadikan ruang eksploitasi oleh perusahaan. Ia memastikan pemerintah akan memperketat pengawasan agar peserta benar-benar mendapatkan manfaat yang sesuai tujuan program.
âKita tidak ingin magang dijadikan sarana eksploitasi.â
Pernyataan tegas ini disampaikan seiring dengan bertambahnya kuota Magang Nasional Batch II yang kini mencapai 80.000 peserta. Pemerintah ingin memastikan peningkatan kuota sejalan dengan peningkatan kualitas pelaksanaan.
Yassierli menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluation (Monev) secara digital. Dengan platform tersebut, proses pembinaan dan pendampingan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
âSetiap peserta wajib mengisi aktivitas harian di platform yang disiapkan, dan instansi maupun perusahaan wajib menyediakan mentor untuk membimbing mereka.â
Ia ingin memastikan setiap peserta benar-benar belajar dan mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai.
Menaker menyebut, pada Batch II ini peserta memiliki kesempatan lebih luas dalam memilih tempat magang. Bukan hanya perusahaan swasta, tetapi juga instansi pemerintah pusat maupun daerah turut membuka peluang pemagangan.
Hal ini dinilai dapat menjawab kebutuhan lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja di birokrasi dan pelayanan publik. Dengan begitu, peserta bisa menyesuaikan minat dan rencana karier mereka di masa depan.
Masa pemagangan untuk batch kedua akan berlangsung selama enam bulan penuh. Seluruh peserta akan dibekali uang saku setara upah minimum kabupaten/kota sebagai jaminan pendukung kesejahteraan.
Selain itu, peserta juga akan terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama masa magang berlangsung.
Yassierli menekankan bahwa perlindungan jaminan sosial ini wajib diberikan agar pemagangan tidak lagi dianggap sebagai tenaga kerja murah. Pemerintah ingin mengubah stigma magang menjadi kegiatan profesional yang melahirkan kompetensi.
Ia membeberkan jadwal pendaftaran penyelenggara yang dimulai pada 24 Oktober hingga 6 November 2025. Setelah itu, giliran peserta yang bisa mendaftar mulai 6 hingga 12 November 2025.
Proses seleksi peserta akan berlangsung pada 13 hingga 20 November 2025 secara terstruktur melalui sistem daring. Hasil seleksi diumumkan pada 21 November 2025 untuk memberikan kepastian bagi para pendaftar.
Tahap pemagangan resmi dibuka pada 24 November 2025 di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah berharap kehadiran program ini dapat menjangkau lebih banyak anak muda yang membutuhkan pengalaman kerja nyata.
âAntusiasme dari para lulusan sangat besar. Kami berharap kuota Batch II dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan di seluruh daerah,â ujar Yassierli.
Ia menegaskan bahwa setiap kuota yang tersedia harus tepat sasaran dan membawa manfaat maksimal.
Menaker juga meminta perusahaan dan institusi pemerintah memberi pengalaman kerja berkualitas. Ia mengingatkan bahwa pendampingan intensif harus menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
Program ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran terbuka, terutama dari kelompok lulusan baru. Pemagangan juga menjadi jembatan penting bagi peserta untuk masuk ke dunia profesional.
Pemerintah menilai, kompetensi peserta magang nantinya akan menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi persaingan kerja global. Keterampilan teknis dan non-teknis akan diasah sejalan dengan kebutuhan industri.
Monev daring yang wajib diisi peserta setiap hari menjadi instrumen penting untuk evaluasi kinerja dan keberhasilan program. Pemerintah dapat langsung mendeteksi penyimpangan dan melakukan intervensi bila perlu.
Kehadiran kanal pengaduan juga memberikan ruang aman bagi peserta yang mengalami perlakuan tidak layak. Mekanisme ini memastikan perlindungan terhadap hak-hak peserta magang dijalankan penuh.
Yassierli memastikan kolaborasi lintas lembaga akan diperkuat untuk mendukung implementasi program ini. Pemerintah daerah juga dilibatkan untuk memastikan pemagangan berjalan efektif di seluruh wilayah.
Dengan sistem yang diperbaiki dan kuota yang diperluas, program magang nasional menjadi batu loncatan penting menuju karier profesional. Peserta diharapkan aktif memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi diri.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi peserta, tetapi juga mendorong produktivitas industri dan lembaga pemerintah. Pemagangan yang berkualitas dapat mencetak tenaga kerja terlatih siap pakai.
Menaker menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen semua pihak. Pemerintah, penyelenggara, dan peserta harus saling bekerja sama menjaga integritas pemagangan.
Dengan berbagai upaya peningkatan tersebut, pemerintah optimistis program Magang Nasional Batch II memberikan dampak lebih besar daripada sebelumnya. Perluasan akses dan perlindungan membuat program ini semakin inklusif dan berkeadilan.
Yassierli kembali mengajak lulusan untuk segera bersiap memanfaatkan kesempatan besar dalam program Magang Nasional Batch II. Ia memastikan pemerintah akan terus hadir mengawal seluruh implementasinya dengan ketat dan transparan.
- Kemnaker
- Menaker Yassierli
- Magang Nasional 2025
- Program Magang Nasional
- Program Magang Nasional Tahap II
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kirab budaya HUT Batang
-
Titik Balik Amazon: Penurunan Laju Kerusakan Hutan Memberi Napas Baru bagi Bumi
-
Pembukaan Lastramil Komcad ASN Kementerian
-
14 Pabrik Mobil Listrik Beroperasi! Kapasitas Produksi EV RI Tembus 400 Ribu Unit
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kaji Insentif Baru untuk Dongkrak Pasar Modal
-
Pameran bursa kerja dan konsultasi karier di Semarang
-
Chelsea dan AC Milan Tarung di GBK! Jangan Lupa Catat Tanggalnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.