Rupiah Melemah, Efek Samping Langkah “Berani” BI?
Rabu, 16 Jul 2025, 19:08 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat berdampak pada pelebaran defisit transaksi berjalan (CAD). Jika nilai ekspor tidak naik cukup cepat untuk mengimbangi biaya impor yang membengkak, neraca perdagangan bisa defisit. Terutama berdampak pada sektor dengan ketergantungan impor tinggi, seperti otomotif dan teknologi.
Selain itu, melemahnya rupiah dapat memicu ketidakpastian pasar dan arus modal keluar. Investor asing cenderung menarik dana dari pasar saham dan obligasi Indonesia saat rupiah melemah, karena risiko nilai tukar meningkat. Ini bisa menyebabkan IHSG turun dan yield obligasi naik, memperburuk kondisi pembiayaan.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah secara terbatas menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) ke level 5,25 persen.
âDalam RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI, BI memutuskan untuk memotong suku bunga 25 bps ke level 5,25 persen, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,â kata Josua Pardede di Jakarta, Rabu (16/7).
Selain itu, suku bunga deposit facility diputuskan juga turun sebesar 25 bps menjadi pada level 4,5 persen.
Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6 persen.
Besok, kurs rupiah berpotensi melemah terbatas sejalan dengan risiko kenaikan inflasi produsen Amerika Serikat (AS).
Pelemahan mata uang Indonesia sendiri dinilai akan terbatasi oleh potensi inflow di pasar keuangan domestik pasca-pemotongan suku bunga.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor global, yakni indeks dolar AS yang kembali menguat.
âSementara dari domestik, pasar obligasi negara masih dalam tekanan karena meningkatnya kekhawatiran melebarnya defisit transaksi berjalan akibat tarif Presiden Trump,â ujar dia.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu di Jakarta melemah sebesar 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.267 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.288 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.281 per dolar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Perkuat Energi Hijau untuk Tarik Investasi Global
-
Toleransi Antarumat Beragama Kediri Diperkuat lewat Edukasi
-
Prabowo Targetkan RUU Ketenagakerjaan Selesai 2026, DPR Libatkan Serikat Buruh
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
BI Ungkap Kinerja QRIS Global di Bali, Nilainya Cukup Fantastis
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.