Sekolah Rakyat Dorong Pendidikan Berkualitas
Selasa, 15 Jul 2025, 01:00 WIBJakarta â Program Sekolah Rakyat digadang-gadang menjadi salah satu instrumen krusial dalam upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan semua anak di Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.
"Prinsipnya adalah kita ingin sekolah rakyat ini benar-benar menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan. Anak-anak kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas," ujar AHY di Jakarta, Senin (14/7).
"Ini adalah program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana Kementerian Sosial menentukan lokasi-lokasi yang dianggap sangat membutuhkan kehadiran sekolah rakyat yang gratis bagi masyarakat kurang mampu. Jadi, ini untuk anak-anak kita yang memang berasal dari keluarga yang kurang mampu," tambahnya.
Seperti dikutip dari Antara, AHY meninjau langsung kesiapan sekolah rakyat di Sentra Antasena, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang akan mulai beroperasi pada Senin ini (14/7).
Sekolah ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo untuk menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Sekolah rakyat di Sentra Antasena telah selesai direnovasi dan siap menampung sekitar 100 siswa, terbagi rata antara siswa laki-laki dan perempuan.
Fasilitas yang tersedia mencakup empat ruang kelas, asrama putra dan putri, ruang makan, laboratorium, dan ruang komputer. Dengan luas lahan sekitar 2,3 hektare, sekolah ini dinilai memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan ruang yang memadai untuk menunjang aktivitas positif siswa, termasuk lapangan basket dan lapangan tenis.
Renovasi sekolah dilakukan dengan anggaran 4,2 miliar rupiah, termasuk pengadaan tempat tidur, meja, dan perlengkapan mebel lainnya.
Peluncuran sekolah rakyat ini merupakan bagian dari program nasional yang secara serentak akan membuka 63 sekolah di berbagai daerah pada 14 Juli 2025.
Siap Beroperasi
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa pemetaan bakat atau talent mapping siswa Sekolah Rakyat yang menggunakan teknologi berbasis akal imitasi (AI) dapat membantu mereka mengenali potensi diri masing-masing.
"Alhamdulillah dengan talent mapping ini semua terdeteksi dari awal hingga masing-masing anak punya peta masa depannya. Itu penting karena anak-anak dapat mengerti potensi diri dan peluang-peluangnya. Meski masih lebar, tetapi alternatifnya sangat terbukti bisa terunggah semua (di aplikasi) dengan lengkap," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imin di Bogor, Jawa Barat, Senin.
Setelah meninjau seluruh fasilitas yang disediakan di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut, Menko PM memastikan bahwa sekolah tersebut telah lengkap dan siap beroperasi untuk menunjang kenyamanan siswa.
"Kemensos telah menyediakan semua asrama, tempat tidur, kamar, UKS, OSIS, tempat laboratorium lengkap, perpustakaan, kelas, dan yang paling penting modul pendidikan yang terkomputerisasi sudah siap. Yang paling berkesan, kurikulum modul pelatihan pendidikan yang benar-benar diperhatikan," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menjelaskan alasan penggunaan AI dalam talent mapping Sekolah Rakyat, yakni karena teknologi tersebut mampu mengetahui bakat dan potensi siswa dalam waktu tidak lebih dari 10 menit saja.
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Harga Emas Antam, Kamis (08/1), Turun Rp14.000 ke Angka Rp2,57 Juta/Gram
-
BGN Akan Terapkan SOP Ketat di Dapur Program MBG
-
Progres pembangunan sekolah rakyat di Tangerang Selatan
-
Danrem 023/KS Pimpin Pembukaan Akses Jalan Longsor di Tapanuli Tengah
-
Pameran JITEX 2025
-
Palu Matangkan Pengikisan Kekerdilan dengan Intervensi Langsung
-
Terlalu Lamban, Warga Cianjur Menanti Dana Perbaikan Rumah Dampak Bencana Alam 2024
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.