Polda NTT Fokus pada 5 Pelanggaran Lalu Lintas dalam Operasi Patuh Turangga

Senin, 14 Jul 2025, 10:45 WIB

Direktorat lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Timur (Polda NTT)  menyatakan bahwa ada lima sasaran dalam pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2025 yang digelar selama 14 hari ke depan yang dimulai pada Senin (14/7) hari ini hingga 27 Juli 2025.

“Sasarannya ada lima, yaitu melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, mengemudi di bawah umur, serta pelanggaran lain yang membahayakan dan berpotensi menimbulkan laka lantas,” kata Dirlantas Polda NTT Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmy di Kupang, Senin.

Ket. Foto: Sejumlah aparat kepolisian mengikuti apel gelar pasukan Operasi Patuh Turangga 2025 di Polda NTT, Senin (14/7/2025). — Sumber: Antara Foto

Hal ini disampaikannya usai menghadiri apel gelar pasukan Operasi Turangga 2025 di lapangan Markas Polda Nusa Tenggara Timur.

Dia mengatakan sejumlah sasaran dalam pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2025 itu merupakan pelanggaran lalu lintas yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya.

“Fokus operasi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT,” ujar dia.

Dia menjelaskan dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Turangga melibatkan gabungan personel dari fungsi lalu lintas maupun fungsi lainnya di jajaran Polda dan Polres.

Dirlantas juga berpesan kepada masyarakat agar selalu mengenakan helm standar dan sabuk pengaman, serta melengkapi dokumen kendaraan saat berkendara.

“Helm itu bukan hanya pelengkap, tapi penunjang keselamatan di jalan. Sama halnya dengan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil. Lengkapi surat-surat, dan patuhi aturan,” tegasnya.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar kewajiban hukum.

Dia menegaskan keselamatan adalah kebutuhan. Untuk mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Butuh sinergitas dari semua pihak seperti pengendara, kondisi jalan, dan kendaraan.

“Jika semua berperan, Kamseltibcarlantas bisa tercapai,” ujar dia.

Henry mengatakan Operasi Patuh Turangga 2025 juga menjadi bagian dari upaya mendukung tema besar Hari Bhayangkara Ke-79, yaitu “Polri untuk Masyarakat”, dengan menghadirkan rasa aman dan tertib di jalan raya melalui langkah-langkah preventif dan edukatif yang berkesinambungan.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.