Bulu Tangkis Mampukah Bangkit di Japan Open

Senin, 14 Jul 2025, 07:24 WIB

JAKARTA - Setelah jeda sebulan lebih, usai Indonesia Open 2025, tim bulu tangkis Indonesia kembali bersiap berkompetisi di panggung internasional. Japan Open 2025 yang digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, 15–20 Juli, menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi lanjutan dalam rangkaian BWF World Tour Super 750.

Sebanyak 13 wakil Merah Putih dikirim ke Jepang dengan membawa harapan tinggi dari publik pecinta bulu tangkis Tanah Air. Selama lebih dari empat pekan sejak turnamen terakhir, pelatnas Cipayung memanfaatkan waktu untuk membenahi kelemahan serta menguatkan aspek fisik dan teknik para pemain. Mereka banyak gagal di berbagai turnamen. Mampukah mereka bangkit di Jepang.

Ket. Foto: Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah (kanan)/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dalam ajang Indonesia Open 2025, di Jakarta (6/4). — Sumber: Foto: PP PBSI

“Persiapannya cukup bagus. Kami memanfaatkan waktu sebulan lebih untuk memperbaiki semuanya, dari fisik, teknik, sampai evaluasi kekurangan dari turnamen sebelumnya,” ujar pemain ganda campuran, Jafar Hidayatullah.

Pasangannya, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mengungkapkan bahwa fokus utama mereka dalam latihan mengelola situasi kritis dalam pertandingan.

“Kami banyak melatih pengambilan keputusan di poin-poin krusial. Itu yang bisa menjadi pembeda,” ujarnya. Pemain Indonesia yang akan bertanding di Japan Open 2025 adalah tunggal putra: Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan. Di tunggal putrid, ada Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.

Untuk ganda putra, Indonesia diwakili Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Sedangkan di ganda putri ada Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Wakil ganda campuran adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Sektor tunggal putra akan menjadi sorotan utama. Jonatan Christie, yang kini berstatus nonpelatnas, langsung ditantang pemain tuan rumah Kodai Naraoka.

Dari enam pertemuan sebelumnya, Jojo unggul 4-2. Namun, bermain di kandang lawan tentu memberi tantangan tersendiri. Anthony Sinisuka Ginting, yang baru pulih dari cedera bahu kanan, juga mendapat ujian berat dengan menghadapi Kenta Nishimoto, juara Canada Open 2025. Meski unggul dalam rekor pertemuan 8-5, kondisi fisik Anthony Ginting menjadi perhatian. Namun, pelatih tunggal putra, Indra Wijaya, memastikan anak asuhnya dalam kondisi siap tempur.

“Dari latihan penuh kurang lebih tiga pekan, Anthony Ginting menunjukkan kondisi yang sangat baik. Cedera bahunya sudah tidak mengganggu dan secara teknis dia siap bertanding,” jelas Indra. Alwi Farhan menjadi tumpuan muda di nomor ini.

Dia akan berhadapan dengan Lee Chia Hao asal Taiwan, lawan yang sudah lima kali ia hadapi dengan hasil tertinggal 2-3. “Saya ingin lihat Alwi bermain tanpa beban dan menunjukkan semua hasil latihannya. Dia sedang dalam proses menuju level atas,” ujar Indra.

Japan Open 2025 bukan sekadar ajang turnamen tahunan, tapi juga batu loncatan menuju paruh akhir musim, termasuk World Tour Finals. ben/G-1

  • japan open

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.