Pemkab Bantul Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 13 Jul 2025, 13:45 WIB

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meningkatkan anggaran infrastruktur pada tahun 2026 guna mempercepat pembangunan proyek strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Dinas PUPKP (Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman) tahun ini sebesar Rp85 miliar, kemudian pada 2026 itu PU akan mengerjakan dengan anggaran denganproyeksi sebesar Rp300 miliar,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Minggu (13/7).

Ket. Foto: Proyek infrastruktur di Bantul, DIY. — Sumber: antara foto

Menurut dia, anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, akses jalan, talud, bangket dan infrastruktur lainnya tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jadi meningkat tiga kali lipat anggarannya, karena kita ingin mengejar tercapainya percepatan pembangunan infrastruktur. Bahkan, hari ini pula kita sudah memulai proyek pelebaran jalan dari batas kota sampai ke pertigaan Cepit,” katanya.

Bupati mengatakan salah satu proyek infrastruktur jalan pada tahun 2025 adalah pelebaran jalan pada ruas Jalan Bantul yang menjadi gerbang masuk kota Bantul dari arah utara tersebut, dan pada tahun 2026 pekerjaan akan berlanjut di ruas jalan sisi utara.

“Jadi, pada tahun anggaran 2026, dari simpang tiga Cepit ke simpang tiga Kasongan kita lebarkan. Sehingga ruas Jalan Bantul itu akan menjadi 'gilar gilar' (bersih dan lapang), dan lebih memadai, serta bisa meminimalkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Terkait jumlah proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2025, Bupati tidak mengetahui detail, namun demikian terdapat sejumlah jembatan, juga pembangunan jalan dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bantul.

“Jumlahnya jembatan saya tidak hafal, namun total infrastruktur pada tahun ini sebesar Rp85 miliar di Dinas PU, kemudian sebesar Rp24 miliar dari padat karya. Ini belum termasuk hibah hibah dari pemerintah provinsi yang juga masuk ke Kabupaten Bantul,” katanya.

Bupati Halim juga mengatakan proyek pembangunan infrastruktur yang kini digencarkan Pemerintah Bantul ini merupakan belanja modal yang vital dan strategis.

“Jadi, dengan infrastruktur yang baik dan layak, maka otomatis akan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, yang pada ujungnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat,” katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.