• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Apakah Little Red Dots ya...

Apakah Little Red Dots yang Misterius Jadi Kunci Pertumbuhan Galaksi?

Selasa, 18 Agu 2026, 07:37 WIB

SEJAK mulai beroperasi pada 2022, James Webb Space Telescope (JWST) telah menghadirkan sejumlah kejutan bagi astronom. Salah satu yang paling membingungkan adalah kemunculan objek-objek kecil berwarna merah yang kemudian dijuluki “Little Red Dots” (LRDs).

Objek-objek tersebut terlihat ketika alam semesta masih sangat muda, sekitar 600 juta hingga satu miliar tahun setelah Big Bang. Bentuknya tampak sangat kompak dan cahayanya didominasi warna merah dalam pengamatan inframerah JWST.

Ket. Foto: Salah satu yang paling membingungkan adalah kemunculan objek-objek kecil berwarna merah yang kemudian dijuluki “Little Red Dots” (LRDs). — Sumber: Foto milik Jenny Greene/NASA/Teleskop Luar Angkasa

Masalahnya, para astronom belum sepenuhnya sepakat mengenai identitas sebenarnya dari objek tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa LRD memiliki karakteristik yang menyerupai inti galaksi aktif atau active galactic nuclei (AGN), yakni wilayah di sekitar lubang hitam supermasif yang sedang menyerap materi. Namun, LRD juga memiliki sejumlah sifat yang tidak lazim jika dibandingkan dengan AGN yang ditemukan di alam semesta saat ini.

Salah satu kejanggalan utamanya adalah lemahnya pancaran sinar-X. Padahal, lubang hitam supermasif yang aktif biasanya menghasilkan radiasi sinar-X kuat dari materi yang jatuh menuju pusatnya. Karakteristik yang tidak biasa inilah yang membuat LRD menjadi salah satu teka-teki besar yang muncul dari pengamatan JWST.

Petunjuk dari Galaksi “Saguaro”

Petunjuk penting datang dari sebuah galaksi yang berada jauh lebih dekat dibandingkan LRD awal. Galaksi tersebut dikenal dengan nama WISEA J123635.56+621424.2 dan dijuluki Saguaro karena memiliki lengan spiral yang menyerupai kaktus Saguaro. Galaksi itu diamati pada redshift sekitar 2, yang berarti cahaya yang ditangkap teleskop berasal dari masa ketika alam semesta berusia sekitar 3,3 miliar tahun.

Berbeda dari LRD yang tampak seperti titik merah karena sangat jauh, Saguaro memperlihatkan struktur galaksi yang jauh lebih jelas. Di bagian tengahnya terdapat inti yang kompak, merah, dan memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan LRD.

Penelitian yang dipimpin Pierluigi Rinaldi menunjukkan bahwa ketika citra Saguaro secara matematis ditempatkan pada jarak yang jauh lebih besar, struktur spiral galaksi tersebut menjadi semakin sulit terlihat.

Pada akhirnya, yang tersisa bagi pengamat hanyalah inti merah yang terang. Dengan kata lain, sebuah galaksi yang sebenarnya memiliki struktur lengkap dapat terlihat seperti “titik merah kecil” apabila diamati dari jarak kosmik yang sangat jauh.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal pada Juli 2026 dan menjadi salah satu petunjuk penting mengenai kemungkinan hubungan antara LRD dan galaksi yang lebih matang.

George Rieke dari University of Arizona, salah satu peneliti dalam studi tersebut, mengatakan bahwa temuan itu membantu menjawab pertanyaan mendasar mengenai nasib LRD setelah alam semesta berkembang. “Segala sesuatu yang tercipta di alam semesta awal pasti berevolusi menjadi sesuatu yang ada di sekitar kita,” katanya.

Menurut Rieke, para astronom sebelumnya belum memiliki gambaran jelas mengenai apa yang kemudian menjadi LRD. Kini, keberadaan objek seperti Saguaro memberikan cara baru untuk mencari “keturunan” objek-objek misterius tersebut.

Lubang Hitam Aktif di Balik Titik Merah

Salah satu petunjuk terpenting dari Saguaro berasal dari pengamatan sinar-X. Observasi dengan menggunakan alat Chandra X-ray Observatory menemukan pancaran sinar-X lemah dari wilayah pusat galaksi tersebut.

Carys Gilbert dari University of Cape Town, yang terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa inti Saguaro memiliki karakteristik yang menarik: tertutup oleh material tetapi juga relatif lemah dalam sinar-X. “Objek ini tidak hanya terhalang, tetapi juga lemah dalam sinar-X,” paparnya.

Menurut Gilbert, kombinasi tersebut dapat menjelaskan mengapa LRD yang berada di alam semesta awal justru tidak memperlihatkan pancaran sinar-X sekuat yang biasanya diharapkan dari AGN. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa sebagian LRD mungkin memang berkaitan dengan lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh sangat aktif, tetapi tersembunyi di balik lingkungan gas yang sangat padat.

Dalam skenario tersebut, warna merah LRD bukan berarti objek itu merupakan benda kosmik yang sepenuhnya berbeda dari galaksi biasa. Sebaliknya, penampakannya dapat merupakan kombinasi antara sifat inti galaksi yang sangat aktif dan keterbatasan pengamatan terhadap galaksi yang berada pada jarak ekstrem.

JWST Bisa “Tertipu” oleh Jarak

Salah satu konsep penting dalam penelitian ini adalah surface brightness dimming, yaitu semakin jauh sebuah objek, semakin sulit struktur redup di sekitarnya terdeteksi. Para peneliti melakukan simulasi dengan membuat Saguaro seolah-olah berada pada jarak yang jauh lebih besar. Hasilnya, lengan spiral dan bagian luar galaksi secara bertahap menghilang dari pandangan, sementara inti merahnya tetap terlihat.

Jika galaksi semacam itu benar-benar berada di alam semesta yang sangat awal, teleskop seperti JWST mungkin hanya menangkap bagian pusatnya. Hal tersebut berarti sebagian LRD mungkin bukan objek baru yang berdiri sendiri, melainkan inti galaksi yang sangat aktif dan terlihat terisolasi karena bagian luar galaksinya terlalu redup untuk diamati.

Fabio Pacucci dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan bahwa Saguaro penting karena merupakan salah satu contoh langka LRD pada redshift lebih rendah.

“Saguaro itu penting karena merupakan contoh khas dari objek “titik merah kecil” (*little red dot*) dan merupakan salah satu dari sedikit objek semacam itu yang ditemukan pada *redshift* rendah,” paparnya.

Menurut Pacucci, objek semacam ini dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana karakteristik LRD berubah sepanjang sejarah alam semesta.

Meski temuan tersebut memberikan petunjuk kuat, para astronom belum dapat menyatakan bahwa misteri LRD telah sepenuhnya terpecahkan.

Masih terdapat sejumlah model yang bersaing untuk menjelaskan objek tersebut. Salah satunya menempatkan lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh sebagai sumber energi utama. Model lain mengusulkan keberadaan struktur ekstrem yang kadang disebut black hole stars, yaitu lingkungan gas sangat padat yang dipanaskan oleh lubang hitam di bagian dalamnya.

Pada Juni 2026, tim astronom yang dipimpin Vasily Kokorev melaporkan pengamatan terhadap LRD bernama GLIMPSE-17775. Spektrum JWST yang sangat dalam menunjukkan beberapa petunjuk yang mendukung interpretasi bahwa objek tersebut merupakan lubang hitam supermasif yang diselubungi gas ­padat. hay

  • Little Red Dots

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Dua Waduk Terbesar di AS Kekeringan, Capai Level Air Terendah Sepanjang Sejarah

Kebutuhan Global Akan Emas Tengah Merangkak Naik

Inisiatif Wilayah, Mandirikan Daerah lewat Optimalisasi Kekayaan Lokal

HUT Ke-81 RI, Puluhan Pendaki Gelar Upacara di Puncak Gunung Kerinci 

Kemenkes Siagakan 9 HEOC Pastikan Penanganan Kesehatan Warga Pascagempa NTT Ditindaklanjuti

BMKG: Surabaya Selasa Ini Berpeluang Berawan

Stray Kids Puncaki Tangga Lagu Billboard 200 Lewat Albumnya "This & That"

PSG Hadapi Tantangan Berat Pertahankan Dominasi di Ligue 1 Prancis

Kodam IX/Udayana Mulai Fokus Pulihkan Listrik hingga Jalan Pascagempa NTT

Jangan Lupa Bayar PKB! Ini Lokasi Samsat Keliling untuk Wilayah Jadetabek Hari Ini

Selasa, Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari, Merata di Seluruh Wilayah

BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Sebagian Besar Kota di Wilayah RI pada Selasa

Pascagempa NTT, Kodam Udayana Kini Fokus Pulihkan Listrik hingga Akses Jalan di Wilayah Terdampak

Pulihkan Infrastruktur Masyarakat, Kementerian PU Siap Siaga Selama Tanggap Darurat NTT

Apakah Little Red Dots yang Misterius Jadi Kunci Pertumbuhan Galaksi?

Jangan Asal Bicara! Sandrica Sampaikan Pesan Adab Bertutur Lewat Lagu Berjudul Seribu Kata Positif

Pascagempa NTT, Dirut Bulog Ahmad Rizal Siapkan Jalur Khusus Distribusi Pangan

Cegah Tawuran Makin Marak, Disdik Sumsel Perkuat Pengawasan Pelajar

Menteri PU Bergerak Cepat! Kementerian Siap Hadapi Tanggap Darurat NTT

Hujan Berpotensi Guyur Banyak Kota Besar RI pada Selasa, BMKG Keluarkan Peringatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.