Bukan Monopoli Atlet, Anak Muda Perlu Mulai Perhatikan Angka VO2 Max
Minggu, 13 Jul 2025, 20:25 WIBJAKARTA -  VO2 max adalah angka yang menunjukkan tingkat kebugaran kardiorespirasi seseorang, yaitu seberapa banyak oksigen yang dapat digunakan tubuh selama aktivitas fisik intens. Ini adalah ukuran kapasitas aerobik tubuh, yang mencerminkan kemampuan jantung, paru-paru, dan otot untuk mengangkut dan menggunakan oksigen.Â
VO2 max yang lebih tinggi menunjukkan bahwa tubuh lebih efisien dalam memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi, yang berarti lebih baik dalam beraktivitas fisik dan memiliki daya tahan yang lebih baik. Demikian juga sebaliknya.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, VO2 max semakin naik daun sebagai indikator kebugaran yang semakin diperhatikan generasi muda. Tidak lagi sekadar mengejar berat badan ideal atau tekanan darah stabil, banyak orang kini mulai sadar bahwa VO2 max, memberi gambaran yang lebih dalam tentang kondisi jantung, paru-paru, dan sistem metabolisme secara keseluruhan.
âKalau kita melihat rekomendasi WHO, aktivitas olahraga yang dianjurkan adalah 75â150 menit per minggu. Jika kita ambil tengahnya, 105 menit, berarti cukup dengan 15 menit bergerak setiap hari. Jika kita konsisten, ini bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah penyakit seperti batuk, misalnya,â ujar lifestyle influencer Gerald Vincent di salah satu konten TikTok-nya.
Menurutnya, peningkatan VO2 max tak harus datang dari latihan berat atau olahraga yang membosankan. âJika kamu suka dance, mungkin bisa pilih kegiatan ini. Dance bisa mendukung kesehatan jantung dan melancarkan darah ke paru-paru,â lanjutnya.
VO2 max selama ini lebih dikenal dalam dunia atletik atau pelatihan profesional, tapi kini mulai masuk ke radar masyarakat umum, terutama anak muda yang mencari cara konkrit untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan umur panjang. Studi terbaru menunjukkan bahwa VO2 max adalah salah satu indikator paling akurat dalam memprediksi harapan hidup. Semakin tinggi angkanya, semakin besar peluang seseorang hidup sehat lebih lama.
Kabar baiknya, peningkatan VO2 max bisa dilakukan lewat aktivitas ringan. Salah satunya: dance 15 menit setiap hari. Terlihat sederhana, tapi efeknya sangat nyata. Gerakan yang aktif dalam waktu singkat bisa membantu memperkuat sistem kardiovaskular, memperlancar pernapasan, dan bahkan memperbaiki suasana hati.
Dokter spesialis paru dan onkologi, dr. Moh Ramadhani Soeroso, Sp.P(K), atau dr. Deni Soeroso, menjelaskan bahwa aktivitas fisik meski hanya 15 menit sehari tetap membawa dampak langsung pada sistem pernapasan.
 âSaat tubuh aktif bergerak, jantung akan bekerja lebih efisien sehingga paru-paru dapat menyerap oksigen dengan lebih optimal,â jelasnya dalam sebuah konten di media sosial.
Ia menambahkan, âDengan peningkatan suplai oksigen, tubuh akan memproduksi lebih banyak mioglobin, zat penting yang membantu otot menyimpan oksigen. Hal ini memperlancar proses pembakaran energi dan mencegah penumpukan asam di otot maupun jaringan paru-paru.â
Peningkatan VO2 max bukan hanya tentang menjadi lebih kuat atau tahan lama saat olahraga. Ini juga berarti sistem tubuh bekerja lebih cerdas dan efisien, dari sirkulasi darah, metabolisme energi, hingga perlindungan terhadap infeksi dan gangguan ringan seperti batuk.
âAktivitas seperti dance bahkan digunakan dalam berbagai program terapi karena terbukti membantu menurunkan stres dan meningkatkan kondisi mental, yang pada akhirnya juga berpengaruh pada kesehatan fisik,â ujar dia.
Menariknya, siapapun bisa memulainya. Tidak butuh alat, tidak perlu keahlian khusus, dan tidak harus pergi ke gym. Cukup pilih lagu favorit, ikut gerakan dance yang sedang tren, dan luangkan 15 menit saja. Untuk pekerja kantoran atau pelajar yang sehari-hari duduk terlalu lama, ini adalah awal yang realistis untuk memulai hidup aktif.
âGerakan ringan selama 15 menit setiap hari merupakan investasi kesehatan yang mudah dilakukan. Tidak perlu keluar rumah, cukup bergerak aktif dari dalam rumah. Ini adalah langkah sederhana yang efektif dalam menjaga kesehatan paru-paru,â lanjut dr. Deni Soeroso.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemprov Kalbar serahkan SK PPPK
-
Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Penyediaan Mobil Kopdes Merah Putih
-
Viral Tren Zone Zero: Olahraga Super Ringan Tanpa Keringat, Cocok Buat Kaum Mageran
-
AS Desak Tiongkok Cegah Iran Tutup Selat Hormuz
-
Taiwan Gandeng Indonesia Gaungkan Inovasi Gaya Hidup Sehat Lewat Kampanye “Go Healthy with Taiwan 2025”
-
Rahasia Tetap Bugar dan Awet Muda di Usia 40an: Pilih Makanan Ini, Hindari yang Itu, Ini Daftarnya!
-
Kapolri Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar: Titik Api Terus Menurun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.