Permudah Akses MBR, Kuota BSPS Surabaya Ditambah Menjadi 2.000 Unit
Selasa, 04 Agu 2026, 12:57 WIBSURABAYA âKementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menambah kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Surabaya menjadi 2.000 unit pada tahun 2026. Penambahan kuota tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak.
âHari ini di Tambaksari, saya putuskan kuota bedah rumah di Kota Surabaya yang sebelumnya tahun 2025 sebanyak 187 unit dan tahun 2026 sebanyak 1.096 unit, hari ini saya naikkan menjadi 2.000 unit untuk tahun 2026,â tegas Menteri PKP Maruarar Sirait saat meninjau pelaksanaan Program BSPS di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Senin (4/8).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan penyederhanaan persyaratan penerima BSPS agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat lebih mudah mengakses bantuan.
âJangan membuat yang mudah menjadi sulit. Pemerintah justru harus membuat yang sulit menjadi mudah dan menggunakan bahasa yang dipahami rakyat,â ujar Menteri Ara.
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan terbaru, calon penerima BSPS tidak lagi diwajibkan memiliki dokumen kepemilikan rumah yang telah diverifikasi. Masyarakat cukup membuat surat pernyataan bahwa mereka merupakan Warga Negara Indonesia, menempati rumah satu-satunya yang telah dihuni minimal satu tahun, berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan desil 1 hingga desil 4, serta belum pernah menerima bantuan bedah rumah dalam lima tahun terakhir.
Selain penyederhanaan persyaratan, pemerintah juga memperluas cakupan perbaikan rumah melalui regulasi terbaru.
âKalau sebelumnya harus kerusakan struktur utama, sekarang satu komponen rumah yang rusak pun sudah bisa diperbaiki. Yang penting rumah masyarakat menjadi lebih layak huni,â kata Menteri Ara.
Menurut Menteri Ara, pemerintah memang memprioritaskan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
âKenapa yang diprioritaskan desil 1 sampai 4? Karena pemerintah harus berpihak kepada masyarakat yang paling bawah. Kalau rakyat kecil senang, berarti pemerintah bekerja di jalur yang benar,â ujarnya.
Menteri Ara juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang telah memiliki aplikasi pendataan rumah tidak layak huni sehingga proses verifikasi dan pembaruan data dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya.
Melalui Program BSPS, Kementerian PKP terus berupaya menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.Â
- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
- Kota Surabaya
- Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
- Menteri PKP Maruarar Sirait
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pengusaha-pengusaha Indonesia Dapat Bermitra dengan Jerman dalam Menanamkan Modal
-
2.539 Rumah BSPS untuk Tangerang! Alokasi Terbesar se-Banten 2026
-
Tangsel Buka Posko aduan SPMB 2026, Setiap Tahun Keluhannya Pendaftaran Daring Kacau
-
Festival Depok Heritage 2026 Digelar, Sejarah Kota Tak Lagi Sekadar Kenangan
-
Menteri PKP Ultimatum Pengembang: Jangan Kecewakan Masyarakat!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.