Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Program GENIUS Tekan Masalah Kekurangan Gizi Anak Indonesia

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 12:31 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keren, Program GENIUS Tekan Masalah Kekurangan Gizi Anak Indonesia Doc: istimewa
Ket. Gerakan edukasi pangan bergizi

JAKARTA - Badan Pangan Nasiona (Bapanas/NFA) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui berbagi praktik baik Program GENIUS (Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa), menjadi bagian penting dalam mendorong literasi pangan dan gizi di lingkungan sekolah, termasuk pencegahan sisa pangan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menegaskan, program ini tak hanya berdampak di tingkat individu, program ini juga berkontribusi pada penurunan angka Prevalence of Undernourishment (PoU) di Indonesia. Pada 2024, PoU Indonesia tercatat 8,27 persen, membaik dari tahun sebelumnya sebesar 8,53 persen. Meski masih di atas target RPJMN 2024 sebesar 5 persen, capaian ini menjadi bukti arah kebijakan sudah berada di jalur yang benar.

PoU proporsi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi atau ketidakcukupan asupan energi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. PoU adalah indikator penting dalam pemantauan kesehatan dan gizi anak. Penurunan angka PoU, merupakan salah satu langkah strategis Bapanas untuk mengentaskan wilayah rentan rawan pangan.

Program GENIUS tidak hanya berfokus pada pemberian kudapan bergizi kepada siswa, tetapi juga menanamkan literasi penting terkait gizi, pola konsumsi yang sehat, dan perilaku bijak dalam mengelola makanan.

 Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis mengatakan, program pemberian makan bergizi untuk anak sekolah hanya akan berdampak optimal jika disertai dengan edukasi berkelanjutan. 

"Dalam hal ini, literasi pangan dan gizi berperan penting dalam membentuk perilaku konsumsi sehat, mengurangi potensi sisa makanan, dan mencegah pemborosan pangan sejak usia dini” jelas Nita saat menjadi narasumber pada Temu Ilmiah Nasional PERSAGI tahun 2025 dengan tema “Kemandirian Ahli Gizi Mengawal Program Makan Bergizi Berkesinambungan” di Jakarta, Jum’at (11/7)

Lebih lanjut, Nita Juga menyampaikan bahwa edukasi dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti yel-yel dan jingle serta poster, siswa diajak memahami pentingnya sarapan, mengenal makanan bergizi, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. “Cara ini bertujuan untuk mengajak siswa untuk menghentikan kebiasaan boros pangan dan turut berperan dalam mengurangi sisa makanan” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, terbukti memberikan dampak positif terhadap status gizi dan perilaku konsumsi siswa. Berdasarkan hasil evaluasi baseline dan endline tahun 2024 yang dilakukan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI), terjadi peningkatan status gizi yang signifikan. 

“Jumlah siswa dengan status gizi baik mengalami kenaikan, sementara jumlah siswa dengan status gizi kurang dan buruk menurun. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap pangan dan gizi, termasuk kesadaran akan pentingnya sarapan, konsumsi pangan beragam, dan pencegahan sisa pangan” jelas Nita.

Peran Pemda

Sementara itu Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma saat membuka kegiatan tersebut juga memberikan dukungannya terhadap kebijakan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Yang paling penting adalah bagaimana kesiapan tenaga ahli gizi di daerah di dalam mendukung program ini, oleh sebab itu kita akan benahi struktur birokrasi khusus nya tentang bagaimana peran pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli gizi” ucap Filep Wamafma.

Program GENIUS merupakan inisiatif Badan Pangan Nasional yang diluncurkan pada tahun 2023 sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Generasi Emas 2045. Melalui penyediaan kudapan sehat yang dibarengi dengan edukasi gizi, program ini ditujukan untuk membentuk kebiasaan konsumsi pangan bergizi sejak usia dini. 

Setelah berjalan hingga tahun 2024, program GENIUS kemudian diintegrasikan ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penguatan dan perluasan cakupan intervensi gizi bagi anak-anak Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pemkot Tangerang Percepat Bedah Rumah

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Percepat B...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.