Desa Migran EMAS Hadir di Gresik, Tapi Masih Banyak yang Pulang dengan Luka?

Sabtu, 12 Jul 2025, 12:30 WIB

GRESIK - Desa migran menjadi pintu pertama dalam memberikan informasi dan layanan terkait migrasi aman, serta penanganan masalah yang mungkin timbul selama proses migrasi, seperti penipuan atau keberangkatan ilegal. 

Program ini mendorong pengembangan usaha produktif di desa, termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses permodalan, sehingga keluarga pekerja migran dapat mengelola dana yang dikirimkan (remitansi) dengan lebih baik dan menciptakan usaha yang berkelanjutan. 

Ket. Foto: Menteri PPMI Abdul Kadir Karding menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada peluncuran program Desa Migran EMAS di WEP Gresik, Jumat (11/7/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Gresik

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding meluncurkan program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) sebagai langkah membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan.

Menteri PPMI Karding mengatakan telah diberi dua tugas pokok dari Presiden Prabowo, yakni mencegah kekerasan dan perdagangan orang, serta menempatkan pekerja secara legal dan terampil.

“Sebagian besar kasus kekerasan terhadap PMI terjadi karena berangkat secara ilegal. Maka, peran desa dan pemkab sangat penting dalam mengedukasi dan mengawasi warganya,” katanya di Jakarta, Jumat (11/7).

Ia menyebut sebanyak 381.066 lowongan kerja luar negeri tersedia hingga 9 Juli 2025, dengan tingkat penyerapan baru 7,52 persen.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah akan mendorong pendirian Migran Center untuk membekali calon PMI dengan keterampilan, bahasa, dan kesiapan mental.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan peluncuran program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, khususnya dalam perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran.

“Perlindungan PMI adalah prioritas kami. Kami akan terus mendorong inovasi yang berpihak pada PMI dan keluarganya,” katanya di Wahana Ekspresi Poeponegoro (WEP), Gresik, Jawa Timur, Jumat.

Lima desa yang ditetapkan sebagai Desa Migran EMAS, yakni Campurejo, Dalegan, Ngemboh, Cangakan, dan Mentaras.

Wilayah tersebut diproyeksikan menjadi percontohan migrasi aman, legal, dan berdampak ekonomi bagi desa.

Yani menjelaskan, dari data kami tercatat sebanyak 3.024 PMI asal Gresik yang dominan bekerja di Malaysia, disusul Hong Kong dan Taiwan.

"Persebaran tertinggi berasal dari Kecamatan Dukun, Panceng, Ujungpangkah, dan Bawean," jelasnya.

  • Desa migran

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.