Pramono: Kota Global Harus Bebas Korupsi

Jumat, 11 Jul 2025, 03:30 WIB

JAKARTA – Jakarta sebagai kota global yang modern, tangguh, inklusif dan sebagainya harus bebas korupsi. “Pemerintahan kota global harus bersih, bebas dari tindakan korupsi,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Kamis (10/7).

“Jadi, dalam kota global, pemerintahannya harus bersih,” tandas Pramono. Itu menjadi salah satu kata kunci utama dan terutama. Dia mengatakan ini saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi, di Ancol, Jakarta Utara, Kamis.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti soal peran Jakarta sebagai kota global untuk menjaga pemerintahan yang bersih dari korupsi. Pramono menilai, menciptakan dan menjaga pemerintahan yang bersih merupakan tantangan bagi siapa saja. Untuk mewujudkannya perlu dilakukan transparansi serta mawas diri.

Pramono mengaku sebagai seorang politisi yang berkali-kali duduk di bangku pemerintahan, memang kerap menghadapi ujian berat dengan menghadapitawaran tindak korupsi. Dia mengaku selalu mendapat ujian.

“Kenapa saya menceritakan ini? Supaya saya sharing tentang bagaimana kita melawan korupsi,” katanya. Pramono memaparkan, salah satu ujian terjadi selama 10 tahun mengurus Keputusan Presiden (Kepres) dalam pemerintahan Joko Widodo.

Dia mengaku, Kepres pengangkatan seseorang untuk menjadi pejabat, pasti melalui dirinya. Namun, dia sengaja tidak memberi tahu siapa pun. “Kenapa kemudian saya menutup diri dan orang tidak tahu bahwa itu saya yang menyiapkan? Karena ujiannya di sana. Begitu sekali tergoda, selamanya akan tergoda,” kata Pramono.

Untuk itu, ketika menjabat sebagai Gubernur Jakarta, dia minta kepada seluruh jajarannya agar bekerja secara transparan. Dia juga minta agar seluruh masalah diatur melalui sistem yang jelas. Dengan begitu, korupsi pun dapat dihindari oleh seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jakarta.

Terlebih, Jakarta merupakan wilayah dengan anggaran tertinggi. Pramono pun mengajak agar seluruh jajarannya dapat menghindar dari godaan korupsi. “Kenapa saya lakukan? Saya memproteksi diri. Apalagi, yang terbayang dalam wajah adalah cucu. Bagaimana kalau suatu hari ada apa-apa dengan saya karena godaannya tidak kecil,” tandas Pramono.

Bersih Lingkungan

Selain bersih pejabatnya dari korupsi, Jakarta sebagai kota global, juga harus bersih lingkungannya. Untuk itu, Jakarta juga harus bersih lingkungan. Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Jakarta Utara menjadi proyek percontohan dalam penanganan sampah nasional secara organik dengan menggunakan jenis plastik mudah didaur ulang (high-density polyethylene/HDPE).

“Penanganan sampah nasional secara organik yang berbasis komunitas, khususnya sektor hotel, restoran, dan kafe atau Horeka,” ujarnya. Dia mengatakan ini menyerahkan bantuan drum HDPE komposter. Ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan PT Esa Maha Karya Tunggal kepada warga.

Hanif menjelaskan, ada 500 drum HDPE komposter yang diserahkan kepada warga Jakarta Utara untuk penanganan sampah organik. “Kami mengapresiasi kegiatan CSR ini sebagai bentuk tanggung jawab dan keseriusan dalam penanganan sampah, khususnya Jakarta Utara,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan ide awal bantuan drum HDPE ini muncul saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup pada 6 Juli 2025 ke Jakarta Utara. “Menteri minta perusahaan melalui program CSR untuk ikut mendukung upaya mengatasi persoalan sampah,” katanya. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.