Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuda Legendaris Milik Pemkot Bukittinggi Fort De Kock Mati

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 17:32 WIB | Oleh:
Kuda Legendaris Milik Pemkot Bukittinggi Fort De Kock Mati Doc: ANTARA/Al Fatah
Ket. Kuda Fort De Kock milik Pemerintah Kota Bukittinggi mati hari ini diduga karena faktor usia dan sakit, Kamis (10/7).

BUKITTINGGI - Kuda pejantan milik Pemerintah Kota Bukittinggi dengan nama Fort De Kock yang berasal dari Australia mati pada Kamis (10/7).

Kuda itu merupakan pejantan legendaris yang telah melahirkan keturunan kuda pacu terbaik.

"Fort De Kock mati sekitar jam 11.30 WIB, usianya sudah 19 tahun. Dibeli sejak 2008 oleh Wali Kota Djufri saat itu dengan harga Rp 800 juta," kata Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi Hendry.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan kuda satu-satunya aset Pemkot Bukittinggi meski dari dua pekan terakhir kuda ini mengalami gejala demam.

"Kematiannya sudah kami laporkan ke Wali Kota, selanjutnya akan dikubur yang dihadiri tim forensik dan laboratorium hewan. Beberapa bagian tubuh akan diambil untuk pemeriksaan," katanya.

Menurutnya, Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dengan dua tahun terakhir mengalami penurunan kekuatan fisik.

"Hasil labor terakhir HB kuda ini tinggi, terjadi juga pembengkakan di bagian kaki.Bahkan mendapatkan infus sebanyak dua botol," kata Hendry.

Kematian Fort De Kock menjadi kesedihan tersendiri dari mantan Wali Kota Bukittinggi Djufri yang langsung mendatangi kantor dinas pertanian.

"Tentu saya berduka dan saya yakini seluruh pecinta kuda pacu di Bukittinggi merasakan hal yang sama. Fort De Kock telah banyak mengharumkan nama Kota Bukittinggi dengan prestasi luar biasa dari keturunannya selama ini," kata Djufri.

Fort De Kock tercatat memiliki banyak keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatera Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.

"Kuda setinggi 170 ini bernilai 2,5 miliar rupiah jika dikalkulasikan dengan harga saat ini. Saya bersama rekan lain pecandu kuda kecewa dengan kematiannya, semoga ada lagi bibit pejantan tangguh kuda pacu dihadirkan di Bukittinggi," kata seorang peternak kuda di Bukittinggi Oskar Mentoih. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.