Pembangunan Gereja di Depok Jadi Perdebatan, Begini Nasibnya Setelah Diprotes Warga
Rabu, 09 Jul 2025, 08:55 WIBDepok - Rencana pembangunan Gereja GBKP Runggun Studio Alam di Kalibaru, Cilodong, Depok, sempat memicu gejolak warga sekitar. Namun, bukan karena penolakan agama, melainkan karena satu hal mendasar yang sering terabaikan, yakni kurangnya komunikasi.
Menurut Kepala Kemenag Depok, Enjat Mujiat, akar keresahan warga lebih kepada ketidaksiapan emosional. Mereka merasa tak diajak bicara sejak awal, sehingga muncul kekhawatiran yang tak tersalurkan. âIni soal rasa,â kata Enjat. âBukan masalah izin, tapi bagaimana pihak gereja belum menjalin kedekatan dengan warga.â
Dari Unjuk Rasa ke Mediasi Damai
Aksi penolakan warga sempat terjadi pada Sabtu (6/7), tepat di depan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan gereja. Namun, suasana berubah usai digelar mediasi pada hari berikutnya.
Pihak gereja, warga, dan pemerintah sepakat untuk menunda pembangunan selama dua bulan. Dalam waktu ini, gereja diberi kesempatan untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Sebagai simbol kesepakatan, spanduk penolakan dicopot, dan plang IMB gereja yang sebelumnya berada di tepi jalan dipindahkan ke dalam lahan.
IMB Sudah Kantongi, Tapi Tetap Butuh Dukungan Sosial
Ketua Marturia GBKP Studio Alam, Zetsplayrs Tarigan, menegaskan bahwa dari sisi administrasi, pihaknya telah memiliki izin sah. Namun, ia mengakui pentingnya mendapatkan kepercayaan dan dukungan sosial dari warga. âIzin bukan segalanya. Kami ingin diterima sebagai bagian dari lingkungan,â ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa gereja akan membuka ruang dialog lanjutan dan bahkan siap membantu warga dengan fasilitas umum atau kegiatan sosial.
Depok Tetap Kota Toleran
Enjat Mujiat membantah keras anggapan bahwa Depok tidak toleran. Ia menyebutkan bahwa di sekitar lokasi pembangunan sudah ada dua gereja yang berdiri sejak lama dan berjalan tanpa konflik. Pendirian gereja GBKP ini pun, lanjutnya, bukan penggandaan, melainkan untuk melayani jemaat yang berbeda.
âDepok menjunjung tinggi keberagaman. Kasus ini bukan soal intoleransi, tapi soal komunikasi yang belum terbangun,â tegas Enjat.
- kota depok
- Gereja
- pembangunan gereja
- gereja gbkp
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Depok Sukses dalam Pembangunan sehingga Dianugerahi Penghargaan Terbaik
-
Resmikan Gereja HKI Tanjung Priok, Gubernur Pramono Tegas Soal Rumah Ibadah: "Kalau Syarat Lengkap, Tidak Boleh Ada yang Dipersulit!"
-
Wagub Rano Hadir di Natal GMS, Pesan Kuat Toleransi dan Jakarta sebagai Kota Milik Bersama
-
Pesta HUT ke-67 NTB Dipusatkan di Lombok Tengah
-
Kebijakan Daerah, Tiap Kamis ASN Depok Kerja dari Rumah
-
Akhiri Penantian 35 Tahun, Gubernur Pramono Resmikan Gereja HKBP Pondok Kelapa
-
Ketidakcocokan Gen Jadi Faktor Kepunahan Neanderthal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.