Gubernur Pramono Pertimbangkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Banjir

Rabu, 09 Jul 2025, 13:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota sejak Senin (7/7/2025). Ia menegaskan bahwa keputusan untuk memulai OMC akan bergantung pada laporan dan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

"Ya kalau sekarang ini kita monitor. Karena ginilah, namanya cuaca ekstrim ini setiap waktu bisa berubah, kalau diperlukan ya pasti kita modifikasi. Tapi untuk modifikasi kapannya, nanti BPBD laporkan kepada saya, saya akan perintahkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut Pramono, curah hujan di wilayah Jakarta sebenarnya tidak tergolong tinggi, meskipun genangan sempat terjadi di beberapa titik. Ia menyebut intensitas hujan yang tinggi justru terjadi di wilayah penyangga seperti Bogor, yang kemudian memperbesar potensi banjir kiriman ke Jakarta.

“Kalau dilihat selama kemarin sampai sekarang memang curah hujannya tidak terlalu tinggi di Jakarta, di atas (Bogor) masih tinggi. Jadi kalau di atas didorong, kan dorongnya ke Jakarta atau ke laut, nanti malah bebannya jadi beban Jakarta,” katanya.

Pramono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan BPBD untuk mengantisipasi penyumbatan aliran air akibat sampah dan dahan pohon, terutama di kawasan rawan seperti Kuningan, Jakarta Pusat. Ia mengatakan bahwa hampir seluruh genangan di wilayah Jakarta sudah berhasil ditangani hingga Rabu pagi.

“Di ruas Kuningan, itu memang ada model air masuk itu yang gampang sekali tersumbat oleh dahan. Sehingga yang seperti itu saya minta untuk diganti,” ujar Pramono.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah lebih dahulu mengumumkan dimulainya OMC pada Senin (7/7/2025) sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa operasi dilakukan melalui kerja sama dengan Pemda Jakarta, Jawa Barat, serta BNPB.

“Kami sudah bekerja sama berkoordinasi dengan Pemda Jakarta, Jawa Barat, dan BNPB. Mulai hari ini kami akan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat,” ujarnya.

Namun, pelaksanaan OMC pada hari pertama menghadapi kendala. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa penerbangan pertama dari Posko Halim Perdanakusuma sempat tertunda akibat keterlambatan pengurusan notam dan persiapan pesawat yang baru tiba di lokasi pada siang hari.

“Kemarin agak terlambat karena hari pertama kegiatan. Pesawat juga baru tiba di Posko Halim siang harinya, masih harus mengurus notam dan lain-lain, baru siap (terbang) sore menjelang jam 17.00 WIB," kata Budi.

Penerbangan kedua untuk OMC yang direncanakan sore hari kemudian dibatalkan karena kondisi cuaca yang memburuk. Hujan deras yang disertai petir menyebabkan operasi tidak dapat dilanjutkan demi alasan keselamatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.