Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Itu Penyuntingan Genom?

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 07:41 WIB | Oleh:
Apa Itu Penyuntingan Genom? Doc: AFP/Eric PIERMONT
Ket. Seorang staf laboratorium bekerja di Genethon, sebuah organisasi penelitian dan pengembangan terapi gen.

PENYUNTINGAN genom adalah jenis terapi gen yang melibatkan perubahan yang ditargetkan dan disengaja pada wilayah tertentu dalam genom. Ini bisa berupa penyisipan, penghapusan, penggantian, atau perubahan urutan DNA. Ini dapat dilakukan sepenuhnya di luar tubuh di laboratorium (in vitro), di dalam sel untuk dimasukkan kembali ke organisme hidup (ex vivo), atau di dalam organisme itu sendiri (in vivo).

Terapi yang dikembangkan menggunakan teknologi penyuntingan genom terkadang disebut sebagai terapi penyuntingan genom atau terapi CRISPR. Semua ini memiliki tujuan yang sama dengan terapi gen, yaitu pengobatan kelainan gen tunggal, tetapi menggunakan pendekatan penyuntingan genom untuk mengubah urutan genom asli alih-alih menyediakan salinan gen yang baru.

Di luar klinik, penyuntingan genom memiliki aplikasi dalam penelitian, seperti menonaktifkan gen yang berfungsi dalam sel yang dikultur di laboratorium atau organisme model. Peneliti sering melakukan ini untuk memahami fungsi gen dengan melihat apa yang terjadi pada sel atau organisme saat gen yang diinginkan ‘dimatikan.’ Pengenalan metode berbasis CRISPR/Cas telah membuat penyuntingan genom terjangkau dan mudah digunakan di laboratorium.

Libmeldy, sejenis terapi gen, baru-baru ini menjadi berita utama setelah seorang bayi berusia 10 bulan menjadi pasien pertama yang diberi obat tersebut melalui NHS. Terapi gen lain telah disetujui dalam beberapa tahun terakhir, dua contohnya adalah voretigene neparvovec (Luxturna) untuk beberapa distrofi retina dan onasemnogene abeparvovec (Zolgensma) untuk atrofi otot tulang belakang (spinal muscular atrophy/SMA).

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan Badan Obat-obatan Eropa memberikan status jalur cepat/prioritas untuk terapi gen berbasis CRISPR yang disebut exa-cel (sebelumnya CTX001). Jika disetujui, terapi ini akan digunakan untuk mengobati penyakit sel sabit dan talasemia beta. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.