Sekolah Rakyat Siap Bergulir
Selasa, 08 Jul 2025, 03:03 WIBMensos Saifullah Yusuf memastikan seluruh komponen pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap pertama telah siap untuk dimulai pada 14 Juli nanti. Kesiapan itu baik dari sisi siswa, guru, tenaga kependidikan hingga kurikulumnya.
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf memastikan seluruh komponen pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap pertama telah siap, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga kurikulumnya.
âIni (Sekolah Rakyat tahap pertama) yang semuanya mulai dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan sudah rampung proses seleksinya,â katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (7/7). Mensos memaparkan siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berada dalam desil satu dan dua Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Ia menjelaskan para siswa merupakan bagian dari keluarga yang tidak mampu, atau yang kerap disebut sebagai miskin dan miskin ekstrem.
âCara merekrutnya adalah basis data kita di DTSEN, kemudian setelah itu disurvei ke rumahnya oleh pendamping dari Kementerian Sosial, dan juga bersama dengan Disdik setempat, Dinsos setempat, dan BPS setempat. Setelah dilakukan wawancara, survei, dan memang datanya sesuai dengan kenyataan, maka akan diproses lebih lanjut untuk kemudian sampai siswa ini bisa mengikuti proses belajar,â urainya.
Mensos juga menyampaikan bahwa para guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah juga telah selesai direkrut melalui mekanisme yang ditentukan oleh satuan tugas yang diketuai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
âMereka-mereka ini telah mendapatkan pembekalan, dan secara umum sudah siap untuk menjalankan tugas sebagai kepala sekolah rakyat. Sementara, gurunya telah ditetapkan oleh BKN setelah melalui proses yang sangat panjang,â ujarnya.
Adapun dari segi kurikulum, jelas Mensos, juga disediakan oleh satgas yang diketuai oleh Kemendikdasmen, dengan disertai satu kurikulum khusus Sekolah Rakyat yang menggabungkan sekolah formal dan pendidikan karakter sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, program akademik yang disediakan mengikuti standar kurikulum nasional serta program asrama yang meliputi penguatan karakter, penguatan spiritualitas, penguatan cinta tanah air, dan penguatan bahasa.
âDi dalam Sekolah Rakyat ini tidak ada tes akademik, yang ada adalah talent mapping. Ini sebagai bagian untuk melihat kesiapan fisik, kesiapan mental, dan kesiapan akademik dari siswa itu,â ungkapnya.
âInsyaallah mulai tanggal 14 besok --14 Juli 2025-- akan dimulai proses pembelajarannya sambil bersama-sama melakukan orientasi, baik bagi gurunya, bagi siswanya, bagi tenaga kependidikan yang lain,â tutur Mensos.
100 Sekolah
Mensos menyatakan terdapat 100 Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025.
âUntuk tahap satu ada 100 lokasi Sekolah Rakyat yang insya Allah ini akan mulai beroperasi pada tanggal 14 Juli yang akan datang,â jelasnya.
Gus Ipul, sapaan akrabnya menjelaskan terdapat 63 bangunan yang sarana dan prasarananya telah siap. Sementara 37 bangunan lainnya kini masih dalam finalisasi renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang juga akan diusahakan untuk dapat beroperasi pada Juli ini.
âSecara keseluruhan, tahap satu ini akan menampung 9.755 siswa, dibutuhkan 1.554 guru, dan ada 3.390 tenaga kependidikan,â ungkapnya.
Mensos memastikan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang dibutuhkan dalam tahap pertama ini telah diselesaikan proses seleksinya.
Adapun untuk Sekolah Rakyat tahap kedua, lanjut dia, hingga kini Kementerian PU masih melakukan survei terhadap 202 lokasi yang diusulkan. âInsya Allah nanti jika bisa diputuskan 100 titik, maka akan menampung lebih dari 10.000 siswa, dibutuhkan 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan. Jadi yang tahap kedua ini diusahakan juga bisa di tahun 2025,â tegasnya.
Gus Ipul memaparkan seluruh Sekolah Rakyat tahap pertama maupun kedua seluruhnya menggunakan bangunan yang sudah ada, atau menumpang di fasilitas yang sudah ada.
âNanti pada tahun depan insya Allah sudah ada gedung permanen untuk Sekolah Rakyat, yang insya Allah akan dibangun di 100 titik lokasi,â Âujarnya. Ant/S-2
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Palu Matangkan Pengikisan Kekerdilan dengan Intervensi Langsung
-
Mensos Sebut 32 Ribuan Siswa Kurang Mampu Masuk Sekolah Rakyat Tahun Ini
-
Danrem 023/KS Pimpin Pembukaan Akses Jalan Longsor di Tapanuli Tengah
-
Harga Emas Antam, Kamis (08/1), Turun Rp14.000 ke Angka Rp2,57 Juta/Gram
-
BGN Akan Terapkan SOP Ketat di Dapur Program MBG
-
ITSEC Asia Rilis IntelliBron Aman Enterprise, Perluas Akses Keamanan Siber Mobile
-
Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan Bayar PBB-P2 2026 Mulai April
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.