Di Tengah Riak Ekonomi, Konsumen Masih Optimistis
Selasa, 08 Jul 2025, 15:17 WIBJAKARTA â Keyakinan konsumen adalah indikator utama pengeluaran konsumen, yang merupakan komponen penting dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Keyakinan konsumen yang tinggi dapat mendorong investasi bisnis, karena perusahaan cenderung berinvestasi ketika mereka melihat permintaan konsumen yang kuat.
Perusahaan menggunakan data keyakinan konsumen untuk membuat keputusan tentang produksi, inventaris, dan pemasaran.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Juni 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga, sebagaimana tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2025 yang tetap berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 117,8.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/7), mencatat bahwa IKK Juni 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 117,5.
Terjaganya keyakinan konsumen pada Juni 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
IKE Juni 2025 tercatat sebesar 106,7, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 106,0.
BI mencatat membaiknya IKE Juni 2025 didukung oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG).
IPSI dan IPDG berada pada level optimis masing-masing tercatat sebesar 120,2 dan 105,9, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 118,1 dan 104,1.
Sedangkan, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat di level pesimis sebesar 94,1.
Selanjutnya, IEK Juni 2025 tercatat sebesar 128,9, relatif stabil dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,0.
Tetap terjaganya IEK bersumber dari komponen Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Juni 2025 tercatat masing-masing sebesar 129,3 dan 124,1 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 127,8 dan 123,8.
Sementara, Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tercatat sebesar 133,2 masih berada pada level optimis meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 135,4.
Survei BI yang sama juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Juni 2025 tercatat sebesar 75,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen.
Sedangkan, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 14,1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 14,9 persen.
Adapun proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Juni 2025 stabil sebesar 10,8 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Empat Tahun InJourney: Memperkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan
-
1.908 Korban Luka dan 74 Meninggal, Laka Lantas di Makassar Memprihatinkan
-
Waktunya Tampil Beda! Tenaga Ahli DPR Disulap Jadi Agen Transparansi Digital, Reputasi Parlemen Bakalan Melesat
-
Ketimbang Tambah Subsidi, Pemerintah Mending Tingkatkan Perlindungan Sosial
-
Buru Cekungan Baru! Badan Geologi Terbangkan Survei Udara Cari Potensi Migas di Sulawesi
-
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026
-
Pemasangan Peralatan Selesai, Spacewalk Russia di ISS Sukses
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.