Cianjur Siaga Bencana Siapkan Petugas dan Relawan di Tiap Desa

Selasa, 08 Jul 2025, 00:30 WIB

CIANJUR – Kabupaten Cianjur terus ditimba bencana akibatcuaca ekstrem seperti hujan deras sehingga mengakibatkan banjir dan longsor di berbagai tempat. Untuk mengantisipasi bencana lebih jauh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyiagakan seluruh petugas dan relawan di setiap desa.

Mereka berkoordinasi dengan dinas dan organisasi lainnya dalam melakukan penanganan cepat kebencanaan seiring cuaca ekstrem yang masih melanda. Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, Senin, mengatakan selama beberapa hari terakhir mencatat sejumlah bencana alam.

Ket. Foto: Longsor Puncak — Sumber: ant

“Bencana ini akibat hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam menyebabkan banjir dan longsor,” jelasnya. Selama dua hari terakhir dia mendapat laporan tiga bencana alam longsor dan banjir di Cianjur Utara. Ini terjadi banjir di Desa Ciloto, longsor di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, longsor di Kecamatan Cugenang.

Dua kejadian bencana alam tersebut menutup jalan utama penghubung antardesa dan kecamatan serta antarkabupaten. Sedangkan banjir dan longsor di Desa Ciloto menyebabkan belasan rumah tergenang dan delapan kepala keluarga mengungsi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga diminta untuk tetap waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana. Bahkan petugas serta Relawan Tangguh Bencana (Retana) di masing-masing desa disiagakan untuk memantau dan melakukan tindakan cepat.

"Kami siagakan seluruh relawan di setiap desa yang jumlahnya 1.800 orang untuk melakukan pengawasan, pelaporan dan melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk melakukan evakuasi terhadap warga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan," katanya.

Sedangkan terkait penanganan bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di tiga titik di wilayah utara Cianjur, tambah dia, sudah tuntas dilakukan, bahkan delapan kepala keluarga yang sempat mengungsi di Kampung Jeprah, Desa Ciloto sudah kembali ke rumah.

Namun, dia tetap meminta warga yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir dan longsor lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, segera mengungsi ketika hujan turun deras dengan intensitas lama terutama saat malam hari.

"Kami berharap tidak ada lagi bencana besar melanda Cianjur, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir dan longsor mulai dari utara hingga selatan," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.