Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alur Laut Kepulauan Indonesia Akan Ramai Seiring Adanya IKN

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alur Laut Kepulauan  Indonesia Akan Ramai  Seiring Adanya IKN Doc: Antara

SAMARINDA - Badan Riset Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Brida Kaltim) mengungkapkan bahwa jalur perairan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 ke depan akan ramai seiring adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar.

“Ada beberapa riset yang kami lakukan tentang pembangunan ekonomi dan terkait IKN, termasuk riset pada 2024 tentang ALKI 2. Ini merupakan isu global, jadi sangat menarik, karena IKN ada di jalur ALKI 2,” kata Periset Brida Kaltim Putwahyu Budiman di Samarinda, Senin (7/7).

Indonesia memiliki tiga ALKI. Daerah lintasan ALKI 1 adalah Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, dan Samudra Hindia. Lintasan ALKI 2 meliputi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok.

Sedangkan lintasan perairan di ALKI 3 meliputi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, dan Samudra Hindia.

Selama ini, katanya, jalur yang sering digunakan perdagangan adalah Selat Malaka dan ALKI 1, sehingga diprediksi jalur ini akan penuh, ditambah dengan Selat Malaka yang terus mengalami pendangkalan, sehingga ke depan beralih ke jalur ALKI 2 dan menjadi jalur pelayaran penting dunia.

Saat ini, lanjut ia, peran Provinsi Kaltim di ALKI 2, terutama di Selat Makassar, memang ramai untuk kegiatan bongkar muat batu bara dari ponton ke kapal besar, namun ke depan diyakini bukan hanya batu bara, namun berbagai material dan komoditas penting karena adanya ibu kota negara di kawasan Kaltim.

Sedangkan untuk komoditas penting dari Kaltim di luar batu bara, yang diekspor ke sejumlah negara baik China, Malaysia, Singapura, dan lainnya, dibawa dulu ke Surabaya, baru kemudian balik lagi ke Selat Makassar atau ALKI 2, sehingga biaya operasional lebih besar yang tentunya harga juga meningkat.

“Padahal perairan Kaltim lebih dekat ke China dan Filipina, terlebih Malaysia dan Singapura. Harusnya kita tidak perlu berputar-putar dalam ekspor. Tapi memang masalahnya kita belum punya pelabuhan berstandar ekspor seperti di Surabaya, sehingga dengan adanya IKN, kebutuhan pelabuhan berstandar internasional ini akan terwujud,” kata Puput, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Brida Kaltim dalam riset yang dilakukan, berhasil melakukan identifikasi potensi ekonomi di 16 desa/kelurahan pada wilayah peri urban (wilayah antara batas kota) IKN. “Sebanyak 16 desa/kelurahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan baik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),” ujar Puput. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.