Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanian Jagung di Lebak Tumbuh, Produksi Capai 2.210 Ton per Juni 2025

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertanian Jagung di Lebak Tumbuh, Produksi Capai 2.210 Ton per Juni 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Produksi jagung periode Januari - Mei 2025 di Kabupaten Lebak mencapai 2.210 ton dari hasil panen seluas 726 hektare sehingga dapat menyumbangkan ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi petani.

Produksi jagung periode Januari - Juni 2025 di Kabupaten Lebak, Banten, mampu mencapai 2.210 ton dari hasil panen seluas 726 hektare sehingga dapat menyumbang ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi petani.

"Kita minta petani di 28 kecamatan terus mengembangkan pertanian jagung. Selama ini produksi jagung di Kabupaten Lebak menjadi andalan ekonomi petani dan ketahanan pangan," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat.

Produksi jagung berupa pipilan ditampung oleh perusahaan besar bidang peternakan, seperti PT Charoen Phohphand, Balaraja Tangerang dan PT Jaffa, Serang, untuk diolah jadi pakan unggas.

Selain itu produksi jagung juga diserap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk diolah menjadi makanan kuliner dan camilan.

Deni menghitung produksi jagung hasil panen Januari - Juni 2025 sebanyak 2.210 ton bisa menggulirkan perputaran uang di atas Rp10 miliar dengan harga pipilan Rp5.000 per kilogram.

Sebagian besar petani jagung itu menanam dengan sistem tumpang sari di lahan milik Perkebunan dan Perum Perhutani, selain  juga ada yang sewa tanah milik masyarakat.

Pertanian jagung hampir  merata dilakukan di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, namun produksi terbesar di Kecamatan Gunung Kencana, Maja, Leuwidamar, Cileles dan Cimarga.

"Kami meyakini pertanian jagung dapat meningkatkan kesejahteraan petani dari tanam satu hektare dan produktivitas 5 ton bisa menghasilkan Rp20 juta dengan harga pipilan Rp5.000 per kg," katanya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Maja Kabupaten Lebak H Hadi mengatakan pihaknya kini tanam jagung 1.000 hektare dengan benih jagung hibrida dan beberapa varietas unggul dengan masa panen 110-120 hari setelah tanam.

Pengembangan pertanian jagung seluas 1.000 hektare itu di Cileles dan tiga hektare yang siap panen di Maja.

"Kami menargetkan setiap bulan produksi jagung memanen dan dapat memenuhi permintaan pasar," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak Wawan mengaku bahwa warga di desanya itu sebagian besar menjadi petani jagung dengan memanfaatkan lahan milik Perum Perhutani.

Diperkirakan seluas 1.000 hektare lahan tersebut digarap masyarakat untuk ditanami jagung.

"Kami panen jagung selama tiga bulan dengan dua kali musim panen di lahan milik Perum Perhutani," kata Wawan yang juga Kepala Desa Bulakan Kabupaten Lebak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.