- Home
-
- Luar Negeri
-
- WSJ: Perundingan Dagang Je...
WSJ: Perundingan Dagang Jepang-AS Terhenti karena Tarif Otomotif
Kamis, 03 Jul 2025, 20:53 WIBTOKYO - The Wall Street Journal menyatakan bahwa pembicaraan dagang Jepang-AS terhenti selama lebih dari satu bulan karena ketidaksepakatan mengenai tarif otomotif.
Surat kabar itu pada Rabu (2/7) menyebutkan para pejabat tinggi AS menyampaikan kepada negosiator Jepang pada akhir Mei bahwa waktunya hampir habis untuk mencapai kesepakatan.
Laporan itu mengutip sumber yang mengatakan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dan Perwakilan Perdagangan, Jamieson Greer, memperingatkan bahwa "langkah hukuman tambahan" mungkin akan diambil terhadap Jepang.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa hal ini dapat mencakup permintaan pemerintahan Trump agar Jepang membatasi ekspor kendaraannya ke AS.
Pihak Jepang dilaporkan tetap pada pendiriannya untuk tidak menyetujui kesepakatan yang mempertahankan tarif 25 persen yang dikenakan Amerika atas mobil.
Penangguhan terkait bea yang disebut Presiden Donald Trump sebagai tarif timbal balik akan berakhir pada Rabu (9/7) pekan depan.
Wakil Menteri Keuangan AS, Michael Faulkender, berbicara mengenai tenggat waktu tersebut dalam sebuah wawancara TV. Ia memperkirakan bahwa pemerintahan Trump akan mengumumkan sejumlah kesepakatan perdagangan pekan depan.
Ia juga memprediksi akan ada pengumuman tarif pekan depan untuk mitra dagang AS yang belum mencapai kemajuan negosiasi. NHK/I-1
- jepang
- Amerika Serikat
- perundingan dagang
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
-
AS Membentuk Komando Pasukan Khusus Penjaga Pantai untuk Mendukung Kebutuhan Penyitaan Kapal Musuh
-
Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak Hari Ini, Jasa Marga Siapkan Strategi Khusus di GT Cileunyi
-
Kemhan Bantah Amerika Serikat Bebas Lintas Udara di MDCP: Kedaulatan RI Jadi Prioritas
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.