Kota Global Perlu Banyak “Event” Internasional
📅 Senin, 30 Jun 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/HO-BTN
JAKARTA – Untuk memperkuat Jakarta sebagai metropolitan kota global perlu banyak perhelatan skala internasional seperti “Jakarta International Marathon 2025” (Jakim 2025). “Saya sangat mendukung Jakim karena menjadi salah satu cara menuju Jakarta sebagai kota global,” kata Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, Minggu.
Menurutmya, Jakim 2025 merupakan ajang berskala internasional. Hal ini terbukti dari peserta yang mengikuti lima lari maraton tersebut datang dari berbagai negara. Rano menyatakan bahwa peserta Jakim 2025 datang dari 51 negara. Mereka mengirimkan atletnya untuk bertanding di ajang tersebut.
Untuk itu, Rano berharap acara berskala internasional terus diadakan di Jakarta agar bisa menempatkan di jajaran kota global. Dulu maraton ada, tapi skalanya lebih lokal. Sekarang peserta datang dari berbagai negara. “Bahkan ada komunitas pelari dari Malaysia yang rutin mengikuti maraton Asia,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo berupaya untuk mengantarkan Jakarta masuk peringkat 50 kota global dunia. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-498 Kota Jakarta di Lapangan Monas, Minggu (22/6).
Pemprov Jakarta telah menetapkan visi pembangunan 2025-2029. Intinya, di mana Jakarta kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing berkelanjutan. “Ini visi yang menjadi pijakan menyeluruh dan terukur tanpa meninggalkan budaya serta jati diri,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Elite Dunia
Ke depan, Jakarta International Marathon akan terus diupayakan untuk bisa naik kelas dan menjadi satu di antara ajang lari maraton elite atau terkemuka di dunia. “Kita coba bantu suatu hari, Jakarta Marathon jadi satu di antara klub elite dunia,” kata Direktur Utama PT BTN, Nixon LP Napitupulu, Minggu.
Menurutnya, perusahaan milik negara itu terus mendukung penyelenggaraan Jakim dan ingin membawa ajang lari maraton ini ke kelas lebih tinggi. Dari hasil survey, lari menjadi salah satu olahraga yang digemari, sehingga perhelatan Jakim akan dikembangkan supaya lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Lari merupakan olahraga yang paling digemari di Jakarta. Budaya lari sudah lama ada di Jakarta. Kami bersama gubernur ingin membuat acara lari yang bagus di Indonesia,” ujarnya. Nixon menambahkan perhelatan Jakim 2025 diikuti 31.000 lebih peserta. Nixon berjanji tahun depan, penyelenggaraan Jakim mencapai 40.000 peserta dan tahun 2027 sebanyak 50.000.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa hotel dan dagangan pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) laku saat ada acara Jakim. “Hunian hotel meningkat dan UMKM menjadi hidup,” jelas Pramono.
Menurutnya, Jakim 2025 sekaligus penutup maraton yang diadakan di Jakarta, sehingga antusias para pelari begitu besar. Ini terbukti dengan banyaknya pelari yang ikut. Pramono menjelaskan, Jakim 2025 terdapat 31.000 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Ini menunjukkan agenda tersebut terselenggara dengan baik.
Pramono juga berharap Jakim dapat menjadi destinasi wisata olahraga di Jakarta, agar bisa menarik wisatawan terutama para pelari. Pramono mengutarakan, Pemprov Jakarta menjadikan Jakim sebagai destinasi wisata olahraga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!