- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menkeu: AS Targetkan Rampu...
Menkeu: AS Targetkan Rampungkan Kesepakatan Dagang Sebelum September
Sabtu, 28 Jun 2025, 19:05 WIBWASHINGTONÂ DC - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan Washington DC berpeluang menyelesaikan sejumlah kesepakatan tarif penting. Kesepakatan itu ditargetkan tercapai dengan lebih dari selusin mitra dagang pada awal September, dilansir dari CNA.
Ia optimistis agenda perdagangan AS dapat dituntaskan sepenuhnya sebelum Hari Buruh, yang jatuh pada 1 September. Pernyataan tersebut disampaikan Bessent dalam wawancara bersama Fox Business, Jumat (27/6).
Wawancara itu berlangsung menjelang tenggat waktu 9 Juli, saat tarif baru yang lebih tinggi dijadwalkan mulai diberlakukan terhadap puluhan negara. Negara-negara mitra dagang pun kini bergegas untuk menyelesaikan perundingan dengan AS.
Upaya ini dilakukan demi menghindari lonjakan tarif yang dirancang sebagai bagian dari kebijakan dagang agresif pemerintahan Presiden Donald Trump. Bessent menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah memfokuskan pembicaraan dengan 18 mitra dagang utama.
âJika kita bisa menandatangani 10 atau 12 dari 18 mitra penting itu, lalu menyusul 20 hubungan dagang penting lainnya, maka saya kira kita bisa merampungkan urusan perdagangan sebelum Hari Buruh,â ujar Bessent.
Bessent menambahkan bahwa masih ada sekitar 20 hubungan dagang penting lainnya yang akan diupayakan untuk diselesaikan. Jika sebagian besar kesepakatan tersebut berhasil dicapai, ia yakin seluruh agenda perdagangan bisa rampung tepat waktu.
Sehari sebelumnya, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan 10 kesepakatan teratas dan mengkategorikannya dengan tepat. Negara-negara lainnya akan menyusul setelah itu.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa tenggat waktu 9 Juli tersebut âbukan hal yang krusial.â Tenggat itu dapat diperpanjang jika Presiden Trump memutuskan demikian.
Pada bulan April lalu, Presiden Trump memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap sebagian besar mitra dagang AS. Ia juga mengumumkan tarif lebih tinggi terhadap puluhan negara lainnya.
Namun, implementasi tarif-tarif tersebut sempat dihentikan sementara guna membuka ruang negosiasi, dan masa jeda ini akan berakhir pada 9 Juli.
Washington DC terus menekan percepatan negosiasi dan menegaskan negara-negara yang belum menjalin kesepakatan bisa terkena dampak langsung dari pemberlakuan tarif baru. ils/I-1
- Amerika Serikat
- Kesepakatan Dagang
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak Hari Ini, Jasa Marga Siapkan Strategi Khusus di GT Cileunyi
-
Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Kemhan Bantah Amerika Serikat Bebas Lintas Udara di MDCP: Kedaulatan RI Jadi Prioritas
-
AS Membentuk Komando Pasukan Khusus Penjaga Pantai untuk Mendukung Kebutuhan Penyitaan Kapal Musuh
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.