Jalan Kaki 100 Menit Sehari Bisa Kurangi Risiko Sakit Punggung Kronis, Tapi Benarkah Efektif?
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: PainScale
JAKARTA - Sakit punggung bagian bawah alias low back pain bukan cuma sekadar pegal linu biasa.
Data dari World Health Organization (WHO) mencatat bahwa pada 2020, lebih dari 619 juta orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini. Angkanya bahkan diprediksi melonjak menjadi 843 juta pada 2050.
Banyak dari mereka mengalami nyeri kronis—artinya, rasa sakitnya berlangsung terus-menerus selama minimal tiga bulan, dan cukup parah untuk mengganggu aktivitas harian.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari faktor usia dan genetika, sampai penyakit seperti radang sendi dan osteoporosis.
Namun, ada juga penyebab yang bisa kita ubah. Gaya hidup malas gerak, obesitas, kebiasaan merokok, dan stres adalah beberapa faktor risiko yang bisa ditekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nah, dari sinilah muncul pertanyaan: apakah gaya hidup aktif, misalnya jalan kaki setiap hari, bisa mencegah sakit punggung kronis?
Studi: Jalan Kaki Lebih dari 100 Menit Sehari Turunkan Risiko Sakit Punggung
Sebuah studi baru dari Norwegian University of Science and Technology, yang dipublikasikan di JAMA Network Open, mengupas tuntas soal ini.
Peneliti utama Rayane Haddadj, kandidat PhD di bidang kesehatan masyarakat, menganalisis data lebih dari 11.000 orang dewasa berusia rata-rata 55 tahun dalam Trøndelag Health Study (HUNT) di Norwegia.
Selama masa studi antara 2017 hingga 2023, peserta tidak memiliki riwayat sakit punggung kronis. Tim peneliti lalu mencermati berapa lama mereka berjalan kaki setiap hari, dan seberapa cepat langkah mereka, yang dihitung melalui metabolic equivalent of task (MET).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasilnya? Mereka yang rutin berjalan lebih dari 100 menit per hari punya risiko 23% lebih rendah mengalami sakit punggung kronis dibandingkan dengan yang hanya berjalan kurang dari 78 menit per hari. Makin banyak durasinya, makin kecil risikonya, walau manfaatnya cenderung stabil setelah melewati batas 100 menit.
“Bahkan peningkatan kecil dalam aktivitas jalan kaki harian sudah bisa menurunkan risiko sakit punggung kronis,” jelas Haddadj.
Selain durasi, intensitas atau kecepatan berjalan juga dikaitkan dengan penurunan risiko nyeri punggung, meski dampaknya tidak sebesar waktu berjalan itu sendiri.
“Kami menemukan bahwa makin tinggi intensitas rata-rata saat berjalan, makin rendah risiko mengalami nyeri punggung kronis. Tapi asosiasinya tidak sekuat volume berjalan,” lanjut Haddadj.
Menurutnya, hasil ini memperkuat bukti bahwa aktivitas fisik, sekecil apa pun, penting untuk kesehatan jangka panjang. Bahkan WHO pun punya slogan khas soal ini: "Every move counts toward better health.”
Tapi, Jalan Kaki Bukan Obat Sakti untuk Cegah Sakit Punggung
Meski terdengar menjanjikan, tak semua pakar sepenuhnya sepakat. Neel Anand, MD, ahli bedah ortopedi tulang belakang dari Cedars-Sinai Spine Center di Los Angeles, menyarankan agar kita tak menelan mentah-mentah kesimpulan studi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!