Era Digital Tak Bisa Ditawar! Wapres Dorong UMKM Bondowoso Lekas Berubah

Selasa, 24 Jun 2025, 19:48 WIB

BONDOWOSO – Digitalisasi memungkinkan usaha mikto kecil dan menengah (UMKM) menjangkau konsumen di seluruh dunia melalui platform online dan media sosial, mengatasi keterbatasan geografis toko fisik. Dengan sistem digital, UMKM dapat beradaptasi dengan tren pasar, merespons perubahan perilaku konsumen, dan bersaing dengan pemain yang lebih besar.

Media sosial dan platform e-commerce memungkinkan UMKM membangun visibilitas merek dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Digitalisasi membuka akses ke data dan informasi pasar, memungkinkan UMKM berinovasi dalam produk dan layanan.

Ket. Foto: Wapres Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Jatim Khofifah IndarParawansa saat berbincang dengan pelaku UMKM nasabah PNM Mekaar di Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (24/6/2025). — Sumber: ANTARA/ Novi Husdinariyanto

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong pelaku UMKM nasabah PNM Mekaar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memanfaatkan platform digital menggunakan gawai memperluas jaringan pemasaran produknya.

"Saya ingin ibu-ibu semua bisa naik kelas, gunakan HP dan manfaatkan platform digital untuk memperluas jaringan penjualan, jangan hanya berjualan di sekitar rumah, tapi bisa menembus pasar nasional," kata Gibran saat silaturahmi dengan nasabah dan pendamping program Mekaar PT PNM di GOR Pelita Kabupaten Bondowoso, Selasa (24/6).

Ia meminta para ibu nasabah agar tidak hanya bertahan di skala mikro, tetapi naik kelas menjadi pelaku UMKM yang kuat dan mandiri serta mampu bersaing di pasar digital.

Wapres Gibran menyampaikan apresiasi ke para nasabah PNM Mekaar Bondowoso yang dinilainya memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dalam mengelola pinjaman.

"NPL-nya (kresdit macet) itu rendah (di Bondowoso) hampir tidak ada, ini artinya ibu-ibu semua di sini itu tertib dan disiplin," katanya.

Wapres berpesan kepada para pendamping atau Account Officer (AO) PNM untuk terus bersabar dan mendampingi para nasabah dengan pendekatan yang baik dan konsisten.

"Saya titip para AO, dampingi ibu-ibu ini dengan sabar, karena mereka inilah yang kita prioritaskan, mereka punya semangat dan komitmen luar biasa," ucap Gibran disambut riuh ibu-ibu nasabah PNM.

Wapres juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk memberi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM binaan PNM, termasuk dalam berbagai kegiatan resmi dan forum publik.

"Kalau ada acara-acara besar di kabupaten atau kota, mohon manfaatkan dan tampilkan produk-produk dari ibu-ibu UMKM ini, kita harus dukung bersama," kata Gibran.

Program PNM Mekaar sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Pemerintah terus mendorong perluasan akses pembiayaan, pelatihan usaha dan penguatan kapasitas UMKM perempuan, khususnya di wilayah terpencil dan prasejahtera.

Informasi diperoleh ANTARA, di Kabupaten Bondowoso tercatat sekitar 75 ribu nasabah PNM Mekaar yang tergabung dalam 5.052 kelompok dengan dukungan dari 312 orang pendamping.

Dalam kunjungan kerja Wapres Gibran, turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid serta jajaran pimpinan PNM dan BUMN lainnya.

  • UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.