- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menhan Italia Ragukan Masa...
Menhan Italia Ragukan Masa Depan NATO, Kritik Menurunnya Pengaruh Uni Eropa
Senin, 23 Jun 2025, 16:00 WIBJAKARTA - Menjelang KTT NATO, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengungkapkan keraguannya terhadap kelanjutan eksistensi aliansi militer tersebut. Dalam pernyataan kontroversialnya, Crosetto menegaskan bahwa NATO harus segera beradaptasi dengan dinamika geopolitik baru dan memperluas kemitraan strategisnya, terutama dengan negara-negara berkembang.
Berbicara di Universitas Padua, Crosetto mengatakan, âNATO tidak lagi memiliki hak untuk eksis,â sambil menekankan bahwa âzaman telah berubah.â
Ia berpendapat bahwa struktur dan pendekatan NATO yang ada saat ini sudah tidak lagi relevan dengan tantangan global kontemporer.
âAmerika Serikat dan Uni Eropa tidak lagi menjadi pusat dunia. NATO harus beradaptasi dengan kondisi yang berubah,â ujarnya.
Menurut Crosetto, kerja sama dengan negara-negara berkembang merupakan langkah penting untuk memperkuat perdamaian dan menjamin perlindungan kolektif yang lebih inklusif. Ia mendorong agar NATO membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di luar blok Barat tradisionalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Crosetto juga melontarkan kritik tajam terhadap Uni Eropa. Ia menyebut pengaruh Eropa di panggung global semakin melemah, baik dalam hal kebijakan luar negeri maupun pertahanan. Ia menyayangkan Eropa yang, menurutnya, gagal membangun identitas politik dan peran strategis yang nyata di dunia internasional.
âKita sering berbicara seolah-olah kita masih hidup 30 tahun yang lalu. Namun, semuanya telah berubah. Kita berbicara tentang Eropa seolah-olah Eropa memiliki arti. Mungkin Eropa bisa memiliki arti jika Eropa telah memberikan dirinya peran politik yang tidak pernah didapatkannya. Jika Eropa memiliki kebijakan luar negeri atau pertahanan. Namun, masanya telah berlalu,â kata Crosetto.
Pernyataan Crosetto ini berpotensi memicu ketegangan di internal NATO, terutama di tengah meningkatnya tekanan untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat kesatuan aliansi menghadapi berbagai ancaman global, termasuk dari Rusia dan Tiongkok. Di sisi lain, pandangan ini mencerminkan meningkatnya suara-suara skeptis di sejumlah negara anggota NATO terkait relevansi dan arah strategis aliansi tersebut ke depan.
Berita Terkait:
-
Sisa Tiket KAI Hanya 3,5 Persen, Simak Daftar Kereta Terlaris Arus Balik Lebaran 2026
-
Isu Kenaikan Harga Picu Antrean BBM di Tangerang
-
Perum Bulog Tarik Stok Beras dari Bandara dan Pelabuhan, Distribusi Pangan Pascabanjir Sumatera Kembali Normal
-
Trump Tegaskan Serius Pertimbangkan Menarik AS Keluar dari NATO
-
Jaga Jakarta, Pramono Anung: Jakarta Tetap Aman Meski Dunia Sedang Bergolak
-
Kapolri Ingatkan Warga: Puncak Arus Balik Idul Fitri 1446 H Mulai 24 Maret 2026!
-
Trump Menarik 5.000 Tentara dari Jerman Setelah Berselisih dengan Kanselir Merz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.