DKI Jakarta Tingkatkan Keamanan Balai Kota dengan Penambahan CCTV Pasca-Insiden Penjambretan

Senin, 23 Jun 2025, 19:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah serius untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di kawasan Balai Kota Jakarta. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap insiden penjambretan yang menimpa seorang jurnalis perempuan berinisial WSS di Halte Balai Kota pada Kamis (19/6) malam. Insiden tersebut menjadi perhatian utama Pemprov DKI Jakarta dan mendorong upaya percepatan dalam penguatan sistem pengawasan di area tersebut.

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, secara tegas menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan isu krusial yang memerlukan penanganan segera. Saat ini, hanya terdapat dua titik dengan total empat unit CCTV yang beroperasi aktif di bagian depan Balai Kota, jumlah yang dinilai kurang memadai untuk cakupan pengawasan yang optimal. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, Diskominfotik DKI Jakarta akan segera menambah sejumlah titik CCTV baru guna memperluas jangkauan pengawasan dan meningkatkan efektivitas sistem keamanan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Rencana penambahan CCTV ini mencakup lokasi-lokasi strategis yang sebelumnya belum terjangkau secara maksimal.

"Sebagai langkah antisipasi dan penguatan sistem pengawasan, kami akan menambah CCTV di titik-titik strategis, termasuk di Jalan Kebon Sirih, dengan tiga titik pemasangan yang masing-masing dilengkapi dua kamera di sisi kanan dan kiri jalan," jelas Budi, saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta pada Senin (23/6). 

Penambahan ini diharapkan dapat menciptakan jaring pengawasan yang lebih rapat, meminimalisir celah keamanan, dan memberikan rasa aman yang lebih besar bagi warga yang beraktivitas di sekitar Balai Kota.

Selain fokus pada penambahan infrastruktur pengawasan, Diskominfotik DKI Jakarta juga telah berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung proses penyelidikan kasus penjambretan yang menimpa WSS. Kolaborasi ini melibatkan Kepolisian, guna memastikan penegakan hukum berjalan efektif dan pelaku dapat segera ditangkap.

Berdasarkan laporan awal, diketahui bahwa pelaku menggunakan sepeda motor untuk merampas ponsel korban sebelum melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Kasus ini kini berada di bawah penanganan Polsek Metro Gambir, dengan dukungan penuh dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menuntaskan kasus ini.

Diskominfotik DKI Jakarta juga tidak lupa mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan diri terhadap potensi tindak kejahatan di ruang publik. Masyarakat diharapkan dapat segera melapor kepada petugas keamanan terdekat atau aparat setempat apabila mengalami langsung atau menyaksikan tindakan mencurigakan yang berpotensi membahayakan. Imbauan ini menjadi penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Lebih lanjut, Budi Awaluddin menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus berinovasi dalam meningkatkan sistem keamanan berbasis teknologi.

"Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dengan Jakarta Smart City Command Center," ujar Budi.

Integrasi ini akan memungkinkan pemantauan yang lebih komprehensif dan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan.

Visi Pemprov DKI Jakarta adalah menjadikan kawasan Balai Kota sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat. Hal ini mencakup semua warga yang beraktivitas di sana, termasuk para rekan jurnalis yang menjalankan tugas peliputan dan berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Keamanan mereka menjadi prioritas utama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.