AS Tegaskan Tak Ingin Ganti Rezim Iran, Serangan ke Fordo Disebut Sekadar Peringatan

Minggu, 22 Jun 2025, 18:30 WIB

Jakarta – Meski meluncurkan serangan militer terhadap situs nuklir Fordo milik Iran, Amerika Serikat menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menggulingkan rezim di Teheran. Washington menyampaikan pesan diplomatik secara langsung kepada Iran sebelum serangan terjadi, menyatakan bahwa aksi militer ini merupakan bentuk peringatan—dan bukan awal dari operasi militer berskala luas.

Mengutip BBC Internasional, Minggu (22/6), para pejabat AS menyampaikan bahwa mereka secara eksplisit menyampaikan kepada Iran bahwa tidak ada rencana serangan lanjutan, selama tidak terjadi eskalasi lebih lanjut dari pihak Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa AS berupaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. AP

Langkah tersebut mencerminkan strategi diplomasi militer Amerika Serikat yang dikenal sebagai “limited strike with message”—yakni serangan terbatas dengan pesan politik yang jelas. Serangan terhadap Fordo dianggap sebagai simbol kekuatan, namun tetap dibingkai dalam konteks pencegahan, bukan invasi.

Namun, reaksi dari Teheran tetap keras. Pemerintah Iran mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan memperingatkan bahwa pasukan AS di kawasan kini bisa menjadi sasaran. Iran juga menyatakan bahwa aksi tersebut justru akan memperluas konflik yang selama ini cenderung terlokalisasi.

Israel, yang dilaporkan berkoordinasi dengan AS sebelum serangan, menyambut baik langkah tersebut sebagai bentuk ketegasan terhadap ambisi nuklir Iran. Di sisi lain, sejumlah negara menyerukan agar serangan ini tidak berujung pada spiral konflik baru. Indonesia dan negara-negara nonblok diharapkan memainkan peran aktif dalam mendukung dialog dan mencegah eskalasi lanjutan di Timur Tengah.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.