• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Manuka Honey Bisa Jadi Sen...

Manuka Honey Bisa Jadi Senjata Alami Lawan Kanker Payudara? Studi Ini Bikin Dunia Medis Tercengang! 

Jumat, 20 Jun 2025, 19:10 WIB

JAKARTA - Siapa sangka, madu yang selama ini kita kenal sebagai pemanis alami dan penenang batuk, kini mencuri perhatian dunia medis karena kemampuannya yang wow banget, yaitu bantu hambat pertumbuhan kanker payudara!

Penelitian terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA) ini bikin banyak pakar mengernyit sekaligus penasaran, terutama karena hasilnya mencatat penurunan pertumbuhan tumor hingga 84% pada model tikus penderita kanker payudara estrogen positif. 

Ket. Foto: — Sumber: News Medical

Kanker payudara sendiri jadi salah satu penyakit paling banyak diderita perempuan di seluruh dunia, bahkan per 2022, tercatat 2,3 juta kasus baru. Mayoritas (sekitar 80%) merupakan tipe yang disebut estrogen receptor-positive (ER+), artinya sel kankernya tumbuh karena terpicu oleh hormon estrogen.

Biasanya, tipe ini diatasi dengan operasi, kemoterapi, radiasi, atau terapi hormon. Tapi… bagaimana kalau ternyata Manuka honey bisa jadi alternatif alami yang menjanjikan?

Manuka honey dihasilkan oleh lebah yang mengumpulkan nektar dari bunga Manuka, tanaman khas Selandia Baru dan Australia. Udah lama dikenal punya sifat antibakteri dan antiinflamasi, madu ini kini diperiksa lebih serius oleh ilmuwan sebagai nutraceutical alias “obat alami” potensial.

Prof. Richard Pietras, MD, PhD dari UCLA yang memimpin studi ini bilang kalau sebelumnya memang udah ada laporan anekdotal dan prastudi tentang efek antitumor dari Manuka honey.

Tapi lewat penelitian formal ini, timnya menemukan bahwa tikus yang disuntikkan sel kanker payudara ER+ dan diberi Manuka honey mengalami penurunan volume tumor hingga 84%. Dan yang paling penting, madu ini nggak merusak sel sehat atau menimbulkan efek samping berat.

“Temuan ini luar biasa, tapi tentu masih butuh banyak riset lanjutan, apalagi untuk memastikan keefektifan dan keamanannya di tubuh manusia,” ujar Pietras, dikutip dari Healthline, Jumat, (20/6).

Nggak berhenti di situ, tim UCLA juga menemukan bahwa Manuka honey menurunkan aktivitas jalur sinyal sel yang biasa "memberi makan" kanker, seperti AMPK, AKT, mTOR, dan STAT3. Jalur ini ibaratnya jalur tol bagi kanker buat terus tumbuh dan menyebar. Manuka honey disebut bisa “mengganggu” jalur-jalur itu dan memperlambat perkembangan tumor.

Lebih lanjut, kandungan di dalam Manuka honey diduga punya peran seperti Selective Estrogen Receptor Modulator (SERM)—senyawa yang bisa menghalangi hormon estrogen dari memicu pertumbuhan sel kanker.

Dr. Bhavana Pathak, onkolog dari MemorialCare Cancer Institute, bilang kalau hasil studi ini memang menjanjikan, tapi tetap perlu hati-hati.

 “Kita tahu kalau gula bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Tapi manfaat keseluruhan dari Manuka honey tetap layak ditelusuri, terutama kalau dilihat dari minimnya efek samping," ujarnya. 

Dia juga menekankan bahwa dunia medis sekarang makin terbuka dengan pendekatan yang sesuai preferensi pasien. “Nggak semua orang cocok atau ingin melalui pengobatan konvensional. Kalau ada alternatif alami yang aman dan efektif, kenapa enggak?” katanya.

Monique Richard, ahli gizi sekaligus instruktur yoga, mengingatkan supaya tetap bijak. Meskipun potensi Manuka honey luar biasa, itu tetap gula. “Manfaatnya bisa jadi panjang banget—antibakteri, antiinflamasi, bahkan mungkin antikanker. Tapi, bukan berarti kamu harus konsumsi satu toples sehari kayak Winnie the Pooh,” canda Monique.

Ia menyarankan konsumsi secukupnya, misalnya:

  • Dicampur teh hijau

  • Disendok bareng oatmeal atau yogurt

  • Diteteskan di buah, roti gandum, atau popcorn

  • Dicampur jadi dressing salad atau glaze sayur

Kuncinya? Kualitas. Pilih Manuka honey asli dari sumber terpercaya biar manfaatnya maksimal.

Manuka honey bukan sekadar bahan dapur biasa. Dari hasil penelitian UCLA ini, madu ini punya potensi besar buat jadi pendamping atau bahkan alternatif pengobatan kanker payudara estrogen positif. Tapi ingat, ini baru tahap awal dan masih perlu uji klinis ke manusia.

Jadi, buat kamu yang lagi berjuang atau punya orang terdekat dengan kanker, ini bisa jadi kabar harapan yang manis. Tapi tetap konsultasi dengan dokter ya sebelum mencoba alternatif alami apa pun.

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.