Mampukah Pacers Menyamakan Kedudukan

Kamis, 19 Jun 2025, 07:18 WIB

INDIANAPOLIS — Indiana Pacers menghadapi misi hidup mati saat menjamu Oklahoma City Thunder dalam gim keenam Final NBA 2025 di Gainbridge Fieldhouse, Jumat (20/6) pagi WIB. Tertinggal 2-3 dalam seri best-of-seven, Pacers harus menang demi memaksakan gim ketujuh di Oklahoma. Mampukah?

Sebaliknya, Thunder hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang selama 46 tahun dan meraih gelar NBA pertama sejak berganti nama dari Seattle SuperSonics.

Ket. Foto: Pebasket Indiana Pacers Tyrese Haliburton saat menghadiri sesi latihan di Accor Arena - Palais Omnisports de Paris-Bercy - di Paris. — Sumber: FRANCK FIFE / AFP

Gim kelima menjadi pukulan telak bagi Pacers. Bertandang ke PayCom Center, dia takluk 109-120 karena tampil buruk di babak pertama. Dia tertinggal hingga 18 poin sebelum sempat bangkit di kuarter keempat. Namun, harapan comeback pupus saat tuan rumah mencetak laju 18-4 dalam waktu tiga setengah menit yang krusial.

Kegagalan menjaga momentum semakin diperparah oleh performa mengecewakan Tyrese Haliburton. Playmaker andalan Pacers itu hanya mencetak empat poin. Ini terendah dalam karier playoff-nya, dan meleset dalam enam tembakan. Ditambah 22 turnover tim secara keseluruhan, performa tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya Pacers di momen penentu.

Haliburton yang masih terganggu cedera kaki kanan sejak gim kedua, mengaku sempat berdiskusi dengan pelatih Rick Carlisle untuk duduk di paruh kedua, tetapi memilih tetap bermain.

“Ini Final NBA. Saya sudah bermimpi sepanjang hidup untuk bisa berada di sini. Saya tidak bagus kali ini, tapi jika masih bisa berjalan, akan bermain. Kami harus siap untuk gim keenam,” ujar Haliburton.

Gim ini adalah pertama kalinya Pacers tertinggal dalam satu seri playoff musim ini. Mereka kini harus menang untuk menjaga mimpi gelar pertama mereka tetap hidup. “Pikirannya cuma satu: kalau kalah, musim selesai,” sambung Haliburton.

Dukungan moral juga datang dari Pascal Siakam. “Tyrese adalah petarung. Dia sudah jadi fondasi tim ini sepanjang musim. Kami 100 persen ada di belakangnya,” tegas Siakam.

Sementara itu, di kubu Thunder, kepercayaan diri tengah memuncak. Skuad asuhan Mark Daigneault ini tampil impresif sepanjang musim reguler dengan rekor 68-14, salah satu yang terbaik dalam sejarah NBA. Setelah sempat terancam tertinggal 1-3, dia bangkit dan kini memimpin 3-2 berkat performa solid dalam dua gim terakhir.

Kunci kemenangan gim kelima adalah Jalen Williams yang mencetak 40 poin lewat tembakan 14 dari 25. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.