Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Rencanakan Pagar di Taman Nasional Komodo untuk Cegah Konflik dengan Warga

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 07:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut Rencanakan Pagar di Taman Nasional Komodo untuk Cegah Konflik dengan Warga Doc: Antara Foto
Ket. Kementerian Kehutanan berencana membangun pagar di Taman Nasional Komodo guna mengurangi konflik antara warga dan satwa liar Komodo. Upaya ini bertujuan menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian Komodo.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah merencanakan pembangunan pagar pembatas habitat komodo dengan pemukiman warga di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), guna memberikan kenyamanan dan keamanan serta mencegah konflik antara warga dan satwa Komodo.

"Jadi dua minggu yang lalu kami sudah bahas bahwa untuk area-area pemukiman yang berada di Taman Nasional Komodo itu kita akan membangun pagar untuk keamanan," kata Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fitri di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selasa.

Ia mengakui bahwa selama ini terjadi konflik antara satwa Komodo dengan warga dalam kawasan TNK karena ketiadaan pagar pembatas.

"Jadi pagar itu akan keliling, mengelilingi desa tersebut, yang kemarin tahap pertama kalau tidak salah dua km," ujarnya.

Fahrizal Fitri tidak menyebutkan secara rinci desa atau kampung dalam kawasan TNK yang akan dibangun pagar pembatas, namun Kementerian Kehutanan telah meminta Balai TNK untuk merevisi rancangan pembangunan pagar pembatas.

"Ini kita bahas anggaranya, karena ini anggaranya adalah dana dari Norwegia, kemungkinan tergantung dana sudah siap, hingga kemarin saya minta mereka untuk merevisi rancangannya seperti apa," katanya.

Pembangunan pagar pembatas di kawasan TNK, lanjut dia, akan diutamakan pada wilayah rawan konflik satwa Komodo dengan warga dan selanjutnya pembangunan pagar pembatas akan dilakukan secara menyeluruh di kawasan pemukiman guna menjamin keamanan masyarakat yang bermukim di dalam kawasan konservasi.

"Saya tadi bicara sama teman-teman dari TNK juga, selama ini kan memang dibangun parit dengan lebar satu meter, dalam setengah meter gitu kan, tapi sepertinya masih belum aman, makanya dengan adanya penganggaran itu kita akan bangun pagar, sehingga betul-betul menjamin tidak ada konflik antara komodo dengan masyarakat," katanya.

Sebelumnya, seorang kakek berusia 74 tahun bernama Hamra dilaporkan digigit satwa Komodo saat beristirahat di pondoknya di Pulau Rinca, Dusun Kerora, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kejadiannya tadi sekitar pukul 14.00 Wita," kata kerabat korban, Ira Santika (21), yang ditemui di RSUD Komodo Labuan Bajo, Kamis (19/12/2024) lalu.

Peristiwa tersebut diketahui warga karena mendengar teriakan istri korban yang histeris melihat korban digigit Komodo saat beristirahat di dalam pondok di tengah kebun.

Sebenarnya, lanjut dia, Komodo itu mengejar seekor kucing yang melarikan diri ke dalam pondok. Namun karena tidak mendapati kucing itu, satwa itu justru menyerang korban.

"Saat diserang bapak itu lihatnya kurang jelas karena sudah tua dan istrinya sedang usir monyet di kebun," ujar Ira.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka gigitan di kaki kiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.