Jabar Belum Mau Subsidi Transjabodetabek

Rabu, 18 Jun 2025, 01:10 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jabar masih mempertimbangkan urgensi untuk memberikan anggaran subsidi transportasi, khususnya Transjabodetabek. Sedangkan Gubernur Jakarta Pramono Anung sudah memberikan subsidi transportasi untuk 15 golongan.

Pramono juga pernah berharap warga daerah penyangga juga bisa merasakannya. “Kalau transportasi publik dilihat dulu urgensinya. Kalau memang juga harus dilakukan kerja sama dengan Pemprov Jabar dan urgen, tidak masalah,” jelas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, di Jakarta Pusat, Selasa.

Ket. Foto: Calon penumpang bersiap menaiki bus Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M di halte Cidangiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/6). — Sumber: ANTARA/Arif Firmansyah

Pria yang kerap disapa KDM itu pun mengaku memiliki semangat yang sama seperti Jakarta untuk memberi kemudahan bertransportasi umum bagi warga Jabar. Namun, menurutnya, Jabar memiliki karakteristik wilayah berbeda dari Jakarta. Jabar juga memiliki desa-desa yang masih sulit dijangkau transportasi publik.

Dia memikirkan pelajar tidak membawa kendaraan ke sekolah, sehingga harus diadakan bus sekolah. KDM menambahkan, kondisi masyarakat Jakarta dan Jabar cukup berbeda. Untuk itu, KDM merasa Pemprov Jabar masih memprioritaskan untuk menangani daerah-daerah lain yang masih terpencil atau terisolasi.

Kendati demikian, KDM tidak menutup kemungkinan untuk membagi anggaran Transjabodetabek dengan Jakarta di kemudian hari.

Lingkungan

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berdampak luas bagi warga Jakarta.

“Kolaborasi ini mencerminkan semangat bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Wakil Kepala DLH Jakarta Dudi Gardesi. Menurutnya, dalam momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, DLH Jakarta bersama PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menjalin komitmen pelestarian lingkungan.

Dudi menyambut baik sinergi. Sebab kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berdampak luas bagi warga Jakarta.

“Komitmen bersama ini mendukung berbagai program strategis, seperti pengurangan dan pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R alias Reduce, Reuse, Recycle, serta mendorong praktik circular economy yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dudi menambahkan bahwa komitmen bersama yang tak kalah penting adalah pendidikan lingkungan hidup atau eco-educational, seperti di Pesisir Pantai Si Pitung Marunda. Ini bisa meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem pesisir.

  • TransJabodetabek

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.