Empat Ultras Atletico Dihukum Penjara Percobaan atas Aksi Gantung Boneka Vinicius

Selasa, 17 Jun 2025, 11:50 WIB

MADRID, SPANYOL — Empat orang pendukung garis keras atau ultras Atletico Madrid dijatuhi hukuman penjara percobaan atas aksi menggantung boneka pemain Real Madrid, Vinicius Junior, di sebuah jembatan dalam insiden yang dikategorikan polisi sebagai “kejahatan kebencian”, demikian sumber kehakiman setempat, Selasa (17/6).

Sebuah boneka berkulit gelap mengenakan jersey penyerang timnas Brasil itu digantung di lehernya dari jembatan jalan tol dekat tempat latihan Real Madrid pada bulan Januari 2023, menjelang laga derby melawan Atletico Madrid.

Ket. Foto: Vinicius Junior — Sumber: AFP

Pada bulan Mei 2023, polisi menangkap empat pria, seluruhnya anggota kelompok ultras Frente Atletico, yang diduga sebagai pelaku utama aksi tersebut.

Menurut sumber pengadilan, keempat tersangka mengakui perbuatan mereka dalam kesepakatan pembelaan dengan jaksa penuntut, yang masih harus disahkan pengadilan. Mereka dinyatakan bersalah atas tindak pengancaman terhadap pemain dan pelanggaran terhadap hak-hak dasarnya.

Tiga pelaku menerima hukuman 14 bulan penjara, sementara satu lainnya dijatuhi hukuman 22 bulan karena juga menyebarkan gambar kejadian itu secara daring.

Namun, tak satu pun dari mereka akan masuk penjara karena sistem hukum Spanyol lazimnya menangguhkan hukuman di bawah dua tahun untuk tindak pidana non-kekerasan, selama pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Jaksa penuntut sempat menuntut hukuman empat tahun penjara untuk masing-masing terdakwa.

Keempatnya juga telah menandatangani surat permintaan maaf yang ditujukan kepada Vinicius, Real Madrid, La Liga, dan Federasi Sepak Bola Spanyol. Mereka juga diwajibkan mengikuti program pelatihan tentang kesetaraan dan anti-diskriminasi, menurut pernyataan resmi La Liga.

Selain itu, mereka dijatuhi denda dan dilarang mendekati Vinicius dalam radius 1.000 meter maupun masuk ke stadion selama lebih dari lima tahun.

“Putusan ini menjadi langkah penting dalam perjuangan melawan kebencian dan diskriminasi dalam dunia olahraga,” tegas La Liga, yang juga menyebut pihaknya sebagai penggugat pertama dalam kasus tersebut.

Real Madrid menyambut baik putusan ini. Dalam pernyataan terpisah, klub menyebut bahwa dengan vonis terhadap empat pelaku ini, total sudah ada 14 orang yang dinyatakan bersalah atas serangan rasis terhadap pemain mereka.

Klub ibu kota Spanyol itu berkomitmen untuk terus berupaya “memberantas segala bentuk perilaku rasis dalam dunia sepak bola”.

Vinicius, yang memberikan kesaksian melalui konferensi video bulan lalu, memang kerap menjadi sasaran tindakan rasis sejak bergabung dengan Madrid pada tahun 2018. Serangkaian insiden tersebut telah memicu kemarahan publik dan berujung pada beberapa vonis pengadilan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.