Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Disnakeswan Lebak Tingkatkan Populasi Ternak Kerbau melalui Teknologi Inseminasi Buatan (IB)

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disnakeswan Lebak Tingkatkan Populasi Ternak Kerbau melalui Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Doc: Antara Foto
Ket. Kabupaten Lebak mengoptimalkan teknologi Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan populasi ternak kerbau. Program ini bertujuan mendukung swasembada daging dan meningkatkan pendapatan peternak lokal.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan produksi ternak kerbau melalui penerapan rekayasa teknologi penyuntikan inseminasi buatan (IB).

"Kami berharap dengan teknologi IB dapat meningkatkan reproduksi populasi ternak kerbau milik masyarakat," kata Kepala Kepala Bidang Produksi Disnakeswan Kabupaten Lebak Irvan Pramerta dalam keterangan di Lebak, Senin (16/6).

Populasi ternak kerbau di Kabupaten Lebak sempat meraih peringkat lima besar di Indonesia pada tahun 2010 tercatat 33.460 ekor setelah Provinsi Aceh.

Namun, saat ini populasi kerbau berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024 sebanyak 5.000 ekor.

Dijelaskan pula bahwa penurunan populasi ternak kerbau tersebut yang dominan akibat alih fungsi lahan, penjualan, pemotongan, dan kasus pencurian.

Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki peternakan kerbau jika mengalami birahi agar cepat bunting, bisa melakukan rekayasa teknologi reproduksi IB secara gratis.

"Kami minta tenaga penyuluh di unit pelaksana teknis (UPT) kecamatan agar mendatangi peternak kerbau untuk dilakukan rekayasa penyuntikan IB," kata alumnus Fakultas Peternakan Undip Semarang, Jawa Tengah.

Menurut dia, pemerintah daerah mendorong produksi populasi peternakan kerbau milik masyarakat dapat meningkat.

Saat ini, kata Irvan, permintaan kerbau hidup cukup tinggi, terutama pada Iduladha dan Idulfitri, sehingga peluang usaha budi daya hewan besar bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat.

Kebanyakan peternak kerbau milik masyarakat, kata dia, mengembangkan jenis kerbau lumpur dengan berat kapasitas 300—600 kilogram.

Harga kerbau itu berkisar mulai Rp17 juta hingga Rp32 juta per ekor dengan usia sekitar 2,5 tahun.

"Kami berharap peternak kerbau ke depannya menjadi andalan ekonomi masyarakat dan memenuhi ketersediaan daging kerbau," katanya.

Maman (55), peternak warga Curugbitung Kabupaten Lebak, menyambut positif adanya pelayanan penyuntikan teknologi IB untuk meningkatkan populasi ternak kerbau.

Saat ini, dia setiap hari melepas kerbau di kawasan areal persawahan yang belum ditanami juga tanah lapang untuk mendapatkan hijau yang melimpah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.