Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Pantau Data Pengangguran AS, Simak Prediksi Rupiah Akhir Pekan

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 09:10 WIB | Oleh:
Investor Pantau Data Pengangguran AS, Simak Prediksi Rupiah Akhir Pekan Doc: istimewa

JAKARTA - Rupiah diperkirakan berbalik tertekan dalam perdagangan akhir pekan ini seiring potensi menguatnya dollar AS.

Fokus investor saat ini tertuju pada rilis data ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat rupiah bakal mengalami tekanan, seiring dengan potensi penguatan dollar AS akibat dari penurunan jobless claims serta potensi rebound dari data PPI AS.

Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (13/6), bergerak di kisaran 16.200 - 16.300 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (12/6), di Jakarta menguat sebesar 17 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.243 rupiah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi kesepakatan dagang antara AS dengan Tiongkok.

“Washington akan mempertahankan total tarif sekitar 55 persen untuk impor Tiongkok, dengan Tiongkok mempertahankan tarif 10 persen untuk barang-barang Amerika,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mengutip Anadolu Agency, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok “sudah selesai” dirundingkan dan tinggal menunggu persetujuan akhir dari presiden kedua negara.

Perjanjian tersebut memberikan lisensi ekspor kepada Tiongkok untuk logam tanah jarang dan magnet.

Adapun AS akan memenuhi kesepakatan yang menjadi bagiannya, termasuk mengizinkan mahasiswa asal Tiongkok untuk tetap belajar di universitas-universitas di Amerika.

Trump menekankan bahwa dirinya dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bekerja sama erat untuk membuka pasar Tiongkok bagi produk AS.

Untuk sentimen dari domestik, berasal dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2025 yang tetap berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 117,5 berdasarkan survei Konsumen Bank Indonesia (BI).

Terjaganya keyakinan konsumen pada Mei 2025 ditopang Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis.

IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 106,0 dan 129,0, meski lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 113,7 dan 129,8.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.