SIPASI 2.0 Diluncurkan, Akhirnya Irigasi RI Masuk Era Digital?

Kamis, 12 Jun 2025, 23:50 WIB

YOGYAKARTA – Memperkuat modernisasi irigasi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mencapai ketahanan pangan, dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Irigasi yang modern membantu petani mengelola air secara efisien, menghadapi kekeringan, dan diversifikasi tanaman.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) meluncurkan sistem pengelolaan irigasi berbasis web "SIPASI 2.0". — Sumber: ANTARA/HO-UGM

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) meluncurkan sistem pengelolaan irigasi berbasis web "SIPASI 2.0" untuk memperkuat modernisasi irigasi.

"Dengan SIPASI 2.0, kita berharap dapat meningkatkan efisiensi irigasi secara signifikan dan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan nasional," ujar Direktur Bina Teknik Kementerian PU Muhammad Rizal dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis (12/6).

SIPASI 2.0 atau Sistem Informasi Pengelolaan Air Irigasi versi 2.0 dikembangkan oleh Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian FTP UGM bersama Direktorat Bina Teknik, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Sistem tersebut mengintegrasikan data real-time seperti curah hujan, kelembaban tanah, dan ketinggian muka air untuk menghasilkan rekomendasi irigasi berbasis kebutuhan tanaman.

Menurut dia, modernisasi irigasi yang telah dicanangkan sejak 1985 dan Indonesia mengantisipasi kebutuhan itu dengan membentuk Tim Modernisasi Irigasi Indonesia sejak tahun 2011.

Anggota tim peneliti FTP UGM Andri Prima Nugroho mengatakan, keunggulan SIPASI 2.0 meliputi optimasi distribusi air berdasarkan kebutuhan tanaman, pengambilan keputusan yang lebih tepat berbasis data, peningkatan produktivitas pertanian, pemantauan real-time, dan integrasi data yang komprehensif.

"Sistem ini bekerja dengan mengintegrasikan data 'real-time' dari berbagai sumber, termasuk sensor curah hujan, kelembaban tanah, dan level air, untuk memberikan rekomendasi irigasi yang tepat guna," kata Andri.

Dengan fitur sistem pendukung keputusan (DSS), menurut dia, SIPASI 2.0 memberikan simulasi dan rekomendasi untuk perencanaan dan pengelolaan irigasi yang lebih efektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan nasional.

"Lewat pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pengelolaan air yang terintegrasi," ujarnya.

Dekan FTP UGM Prof. Eny Harmayani, menyatakan bahwa pengembangan SIPASI 2.0 merupakan kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan irigasi modern di Indonesia.

"Sistem ini dirancang untuk menjawab tuntutan global dalam meningkatkan pelayanan, efisiensi, efektivitas, dan produktivitas air," ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.