Prabowo Sebut Pertahanan Kunci Kemerdekaan dan Kesejahteraan

Kamis, 12 Jun 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa pertahanan merupakan jaminan atas kemerdekaan dan kesejahteraan suatu bangsa sehingga negara harus berinvestasi memperkuat pertahanannya untuk menjaga kedaulatan.

“Sejarah kita sendiri telah mengajarkan kepada kita bahwa ratusan tahun, negara kita diduduki bangsa-bangsa lain, diduduki, dan rakyat kita, masyarakat kita, budaya kita, politik kita dihancurkan, dan kita menjadi milik bangsa lain, kekayaan kita diambil,” kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam acara pembukaan Indo Defence Expo & Forum di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia bertekad membangun sektor pertahanannya. Oleh karena itu, investasi pada sektor pertahanan pun menjadi keniscayaan.

“Sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri, biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak. Ini adalah ajaran sejarah,” ujar Presiden.

“Postur anggaran pertahanan kami ditujukan untuk membentuk pertahanan wilayah yang kuat. Kami tahu kami tidak sekuat negara-negara adidaya dunia, dan oleh karena itu, Pemerintah Indonesia, dan kebijakan pemerintah saya adalah non-blok, netral,” kata Prabowo.

Presiden memberikan sambutan saat upacara pembukaan Indo Defence sekaligus secara resmi membuka pameran pertahanan tahunan di Indonesia tersebut.

Upacara pembukaan Indo Defence hari ini dihadiri oleh pejabat militer dan pertahanan dari negara-negara sahabat, di antaranya dari Vietnam, Kamboja, Papua Nugini, Italia, Timor Leste, Turki, Sri Lanka, dan Iran.

Dalam rangkaian acara pembukaan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberi laporan kepada Presiden mengenai pelaksanaan Indo Defence.

“(Indo Defence) dilaksanakan mulai tanggal 11 Juni sampai dengan 14 Juni 2025, dan diikuti 1.180 peserta dengan konfirmasi 42 negara sahabat melalui 659 perusahaan asing, dan 521 produsen di dalam negeri,” kata Sjafrie.

Usai meresmikan acara, Presiden Prabowo lanjut meninjau pameran, dan menyaksikan beberapa MoU yang diteken antarpemerintah, baik antara Indonesia dengan Turki, maupun antara industri pertahanan pelat merah (BUMN) dengan pemerintah daerah atau dengan badan usaha milik swasta (BUMS).

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.