Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kedaulatan Pangan Lokal Harus Diperkuat

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

RUU Pangan katanya tengah berada dalam tahap penyusunan naskah akademik, dan terdapat sejumlah muatan yang masuk dalam revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Beberapa di antaranya adalah terkait produksi pangan dalam negeri, cadangan pangan nasional, hingga kerawanan pangan.

“Mengenai kerawanan pangan, ini juga menyangkut diversifikasi pangan lokal, kemudian keragaman sumber daya alam, food loss atau kehilangan pangan,” kata Santi.

Topik-topik tersebut akan diperluas ke beberapa faktor eksternal seperti tantangan iklim dalam ketahanan pangan, penyelamatan pangan yang masih berhubungan dengan food loss dan food waste, termasuk keamanan pangan dan pengawasan penyelenggaraan pangan.

Berkelanjutan dan Resilien

Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta yang diminta pendapatnya mengatakan, kedaulatan pangan adalah konsep yang sangat penting, terutama dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman hayati dan budaya pertanian.

Dengan memperkuat kedaulatan pangan lokal berarti memberi ruang bagi produksi pangan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, serta mengurangi kebergantungan pada impor. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan resilient.

“Revisi undang-undang ini perlu menegaskan pentingnya kedaulatan pangan lokal dengan memberikan dukungan yang lebih kuat untuk produksi pangan yang berbasis pada potensi daerah. Ini termasuk pengaturan yang jelas untuk mengembangkan varietas pangan lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat,”tegas Muliarta.

Regulasi jelasnya harus mempertimbangkan aspek adaptasi dan mitigasi perubahan iklim agar membantu petani lokal untuk bertahan dan berproduksi secara berkelanjutan.

“Undang-undang harus memberikan panduan bagi petani untuk mengimplementasikan praktik yang ramah lingkungan dan tahan terhadap perubahan iklim,”paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.