Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panen Raya Jagung untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Panen Raya Jagung untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Doc: Antara

Ambon - Kepolisian Resor (Polres) Buru Selatan (Bursel) melaksanakan panen raya jagung sebanyak 500 kilogram, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap program swasembada pangan nasional. Kami membina lahan-lahan jagung di berbagai kecamatan di Buru Selatan,” kata Kapolres Buru Selatan AKBP Andi P. Lorena, di Ambon, Rabu.

Panen raya jagung serentak tahap dua ini dilakukan di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole. Sebanyak 500 kilogram jagung berhasil dipanen dari lahan seluas satu hektare.

Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kapolres bersama Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliaser Selsily, serta didampingi Wakapolres Kompol Syarifuddin, Danramil Leksula Kapten Inf. Abas Siolon, pimpinan OPD, perwira TNI-Polri, Kepala Desa Waefusi, dan kelompok tani binaan.

Kapolres Buru Selatan menjelaskan bahwa penanaman jagung dimulai sejak 11 Maret 2025 menggunakan tiga kilogram bibit jagung hibrida manis. Meski sempat menghadapi serangan hama ulat dan belalang, lahan seluas satu hektare itu mampu menghasilkan 500 kilogram jagung bersih.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Ke depan, Polres Buru Selatan berencana memperluas cakupan pembinaan pertanian tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga tanaman pangan lain seperti padi dan kacang hijau. Langkah ini diharapkan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar kembali tertarik pada sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan dan strategis.

Kapolres berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan, terutama dalam penyediaan pupuk dan obat-obatan hama guna meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian di masa mendatang.

Selain mendukung ketahanan pangan, program pertanian ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Buru Selatan.

Dengan melibatkan kelompok tani binaan secara langsung, Polres juga berharap kehadiran aparat tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi masyarakat akar rumput.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.